Suatu hari, lima wartawan muda datang ke ruang kerja ketua lembaga politik. Mereka mau wawancara tentang konflik antara legislatif dan eksekutif.
Sebagai wartawan yang lama ngepos, tak susah mereka ketemu narasumber. Malahan, setelah tahu topik wawancaranya, sambutan ketua dewan baik sekali.
Singkat cerita, setelah wawancara selesai, mereka duduk-duduk di salah satu tempat untuk transkrip hasil interview.
Tiba-tiba salah satu wartawan bernama Paijo bilang tadi ketua dewan titip amplop. Saat mengeluarkan itu, amplopnya terlihat tebal sekali.