Persoalanku sekarang adalah bagaimana menghargai waktu hari ini. Hari ini adalah hari depan. Jika hari ini tidak termanfaatkan dengan baik, maka hilang kesempatan yang mestinya kuperoleh hari depan.
Ini persoalan yang tidak mudah bagiku. Ini merupakan dasar perkembangan manusia.
Apakah hanya akan menjadi manusia yang sia-sia. Jawabannya adalah hari ini..
Friday, April 4, 2008
Belajar
Sekarang tiap hari, tiap saat, aku bisa browsing di internet tanpa harus memikirkan biaya yang harus kukeluarkan untuk itu. Sebab, ini aku sudah bekerja di redaksi. Tiap kesempatan bisa digunakan membuka internet.
Dulu, ketika aku masih di Bekasi, tiap hari mesti mengeluarkan sedikitnya Rp25 ribu untuk membiayai aktivitas di warnet. Uang honorku tiap bulan sebagian besar kuhabiskan untuk itu. Lalu, apakah aku bisa mengambil pembelajaran dengan luang waktu di internet tiap hari...?
Dulu, ketika aku masih di Bekasi, tiap hari mesti mengeluarkan sedikitnya Rp25 ribu untuk membiayai aktivitas di warnet. Uang honorku tiap bulan sebagian besar kuhabiskan untuk itu. Lalu, apakah aku bisa mengambil pembelajaran dengan luang waktu di internet tiap hari...?
Memilih
Baru ganti kostum blog. Hmm.. untuk memilih layout kostum ternyata cukup sulit. Pertama karena banyak pilihan ditawarkan oleh penyedia laman. Kedua, memang tidak memiliki konsep akan bagaimana blog ini jadi, nantinya.
Diantara pilihan yang kuanggap sulit itu, aku harus memilih. Inilah pilihanku. Yang nampak sekarang ini.
Sebenarnya kalau memikirkannya, mestinya perusalan utamanya bukan perwajahan blog, melainkan bagaimana kerja keras untuk mengisi dengan kreativitas yang membawa kebaikan.
Diantara pilihan yang kuanggap sulit itu, aku harus memilih. Inilah pilihanku. Yang nampak sekarang ini.
Sebenarnya kalau memikirkannya, mestinya perusalan utamanya bukan perwajahan blog, melainkan bagaimana kerja keras untuk mengisi dengan kreativitas yang membawa kebaikan.
Waktu
"Waktu akan selalu tersedia bagi mereka yang mau memanfaatkannya." Leonardo Da Vinci, Pelukis
Monday, March 10, 2008
Apakah sebatas rencana
Apakah semuanya akan selesai dengan rencana
Kalau semuanya begitu, tentunya selesailah sudah hidup
Tapi, memang sebagian manusia menyerah sebatas itu
Mungkin, aku diantaranya
Apakah lalu hanya sampai titik itu
Menyerah dan tidak mau berusaha sekeras-kerasnya?
Di situlah letak inti
Bagaimana manusia memulai bergerak
Maju, dimulai dari kesadaran
Jadi, apakah hanya sampai rencana
Tidak
Seni perjuangannya adalah bagaimana mengaplikasikan rencana
Kalau semuanya begitu, tentunya selesailah sudah hidup
Tapi, memang sebagian manusia menyerah sebatas itu
Mungkin, aku diantaranya
Apakah lalu hanya sampai titik itu
Menyerah dan tidak mau berusaha sekeras-kerasnya?
Di situlah letak inti
Bagaimana manusia memulai bergerak
Maju, dimulai dari kesadaran
Jadi, apakah hanya sampai rencana
Tidak
Seni perjuangannya adalah bagaimana mengaplikasikan rencana