BARU-BARU ini, perhatian kita, khususnya para orang tua, disedot oleh pemberitaan mengenai ditemukannya kasus HIV dari kalangan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). HIV? Ternyata ini masuk akal, walau tentu banyak yang tidak mempercayai dan bertanya. Bagaimana mungkin teman-teman pelajar itu melakukan hal-hal yang berisiko tertular HIV, kan mereka tinggal di Yogya, Kota Pelajar?
Tunggu dulu. Tinggal di Kota Pelajar ternyata belum tentu menjadi jaminan untuk sulit mengakses seks bebas ataupun narkoba. Dan seks bebas serta narkoba yang tidak aman itulah faktor penyebab penyebaran HIV. Tidak aman? Maksudnya? Maksudnya begini. Misalnya kita melakukan hubungan seks tidak memakai kondom dengan pasangan yang ternyata pasangan kita ini Orang Dengan HIV (ODHIV). Atau kita menggunakan jarum suntik secara berjamaah dengan teman-teman untuk mengonsumsi narkoba yang ternyata jarumnya telah terinfeksi HIV. Biasanya ini dilakukan karena tidak tahu.
Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts
Monday, January 9, 2012
HIV, Ini Dia Cara Remaja Yogya Menanganinya
Sunday, January 8, 2012
Kisara, Cara Remaja Bali Peduli Sesama
AKHIR 2011 di Yayasan Kita Sayang Remaja (Kisara). Yayasan ini terletak di Jalan Gatot Subroto IV/6 Denpasar, Gedung PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Bali Lantai 3. Di Kisara, kami disambut oleh teman-teman muda yang tak lain adalah para remaja Bali yang selama ini punya kepedulian besar terhadap permasalahan kesehatan, khususnya yang dihadapi kalangan remaja.
Setelah berkenalan. Siang itu, kami anggota dari rombongan Ausaid dan VIVAnews.com diberi kesempatan untuk mendengarkan paparan pengalaman tentang aktivitas dari teman-teman muda Kisara. Salah satu relawan, Ratna, menceritakan pengalaman tentang awal mula pembentukan yayasan ini pada 14 Mei 1994.
| Blogger & Relawan KISARA (VIVAnews.com/ Eko) |
Tuesday, January 3, 2012
Apa Yang Dilakukan Australia Cegah HIV?
RUPA-RUPA cara digunakan Pemerintah Australia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap HIV/AIDS. Di antaranya adalah yang baru-baru ini dilakukan. Pemerintah Australia, AusAID (Lembaga Bantuan Pembangunan Internasional Australia), Komisi Penanggulanan AIDS Nasional (KPAN) dan VIVAnews.com menyelenggarakan kompetisi blog dengan mengundang komunitas muda dalam jaringan (online) di Indonesia untuk menulis pengalaman dan pendapat mereka mengenai HIV/AIDS.
"Ini merupakan salah satu dari sekian banyak strategi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Australia untuk meningkatkan kesadaran serta pencegahan dan pengobatannya," kata Wakil Duta Besar Australia, Paul Robilliard, akhir 2011 lalu di Jakarta.
"Ini merupakan salah satu dari sekian banyak strategi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Australia untuk meningkatkan kesadaran serta pencegahan dan pengobatannya," kata Wakil Duta Besar Australia, Paul Robilliard, akhir 2011 lalu di Jakarta.
Monday, January 2, 2012
Dimana Pusat Layanan HIV/AIDS Jakarta?
IBUKOTA Jakarta mempunyai problem yang cukup kompleks. Mulai dari lingkungan, pendidikan, hingga kesehatan. Di bidang kesehatan, khususnya HIV/AIDS, kita telah mengetahui jumlah kumulatif kasus penyakit ini masuk dalam tiga urutan teratas di Tanah Air, sejak pertama kali ditemukan pada 1987 hingga September 2011.
Jakarta berada di urutan ketiga dengan jumlah 3.998 kasus. Di atas Jakarta terdapat Provinsi Papua dengan 4.005 kasus. Sedangkan Provinsi Jawa Timur diurutan pertama, yakni 4.318 kasus. Berdasarkan data surveilans Departemen Kesehatan RI, setelah Jakarta ada Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, lalu Sumatera Utara.
Jakarta berada di urutan ketiga dengan jumlah 3.998 kasus. Di atas Jakarta terdapat Provinsi Papua dengan 4.005 kasus. Sedangkan Provinsi Jawa Timur diurutan pertama, yakni 4.318 kasus. Berdasarkan data surveilans Departemen Kesehatan RI, setelah Jakarta ada Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, lalu Sumatera Utara.
Thursday, December 29, 2011
Jaminan Kerja, Angin Surga Bagi ODHIV
BEBERAPA hari lalu, saya berbincang-bincang dengan teman akrab di Yogyakarta via yahoo messenger. Kami diskusi tentang penerimaan dunia kerja terhadap ODHIV (Orang Dengan HIV). Pembicaraan ini sebetulnya bermula dari adanya berita di situs VIVAnews.com yang cukup menarik: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin lapangan pekerjaan bagi teman-teman yang positif HIV/AIDS.
Saya menganggap berita itu menarik karena informasinya muncul di saat sebagian dunia kerja masih menerapkan diskriminasi kepada mereka. Alasan yang dikemukakan macam-macam, ada yang takut tertular, misalnya.
| Ilustrasi/google |
Wednesday, December 28, 2011
Mitos Keliru Tentang HIV/AIDS
BEBERAPA hari lalu, saya ngobrol dengan seorang teman melalui yahoo messenger. Ia seorang wartawati koran nasional. Karena ia tahu saya suka menulis seputar HIV/AIDS di blog ini, ia bertanya kepada saya beberapa hal tentang HIV, yang menurut saya sangat menarik.
"Apakah kalau kita kena keringat orang yang positif HIV akan tertular,” katanya. Ia bertanya lagi, “Terus kalau ciuman dengan ODHIV (Orang Dengan HIV), kita akan ketularan enggak sih, ya.”
Tidak hanya itu, ia juga bertanya kepada saya, apakah saya tidak takut berteman, bahkan sering berdekatan dengan ODHIV.
| Ilustrasi/google |
"Apakah kalau kita kena keringat orang yang positif HIV akan tertular,” katanya. Ia bertanya lagi, “Terus kalau ciuman dengan ODHIV (Orang Dengan HIV), kita akan ketularan enggak sih, ya.”
Tidak hanya itu, ia juga bertanya kepada saya, apakah saya tidak takut berteman, bahkan sering berdekatan dengan ODHIV.
Monday, December 26, 2011
Blogging to Raise Awareness of AIDS
INTERNATIONAL AIDS Day was Dec. 1, but for the country’s HIV/AIDS bloggers, the effort to end discrimination of people living with the disease doesn’t stop there.
AusAid, the Australian government’s overseas aid program, along with the National AIDS Prevention Commission (KPAN) and online news portal VIVAnews recently held a blogging competition to combat the stigma of HIV and AIDS.
AusAid, the Australian government’s overseas aid program, along with the National AIDS Prevention Commission (KPAN) and online news portal VIVAnews recently held a blogging competition to combat the stigma of HIV and AIDS.
Bahaya HIV, 10 Juta Pria 'Jajan' Ogah Pakai Kondom
| Ilustrasi (cosmosmagazine) |
Itu tidak mengherankan bagi saya. Tapi yang menakutkan saya dari hobinya itu ialah ia tidak pernah bersedia memakai kondom saat melakukan hubungan seks dengan pasangan-pasangannya. Alasannya, alat pengaman hanyalah penghalang keasyikan yang akan didapatnya.
Saturday, December 24, 2011
Stop HIV, Dibutuhkan Tangan Media
DI TANAH AIR, saat ini tengah berlangsung perkembangan luar biasa di sektor industri media. Tapi, di saat bersamaan, kalangan ini juga ditantang untuk berkontribusi bagi penanggulangan sebaran HIV/AIDS di masyarakat karena Negara ini masih tercatat sebagai salah satu Negara di Asia yang pertumbuhan epidemi HIV/AIDS-nya tertinggi.
Teman-teman media mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu menyebarkan pesan-pesan berisi edukasi tentang HIV/AIDS di berbagai kalangan agar tidak terjadi penularan penyakit secara terus menerus. Soalnya, media memiliki kekuatan strategis dan luar biasa sekali untuk menjangkau mereka -jutaan orang di seluruh daerah- dibandingkan saluran-saluran komunikasi lainnya.
Teman-teman media mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu menyebarkan pesan-pesan berisi edukasi tentang HIV/AIDS di berbagai kalangan agar tidak terjadi penularan penyakit secara terus menerus. Soalnya, media memiliki kekuatan strategis dan luar biasa sekali untuk menjangkau mereka -jutaan orang di seluruh daerah- dibandingkan saluran-saluran komunikasi lainnya.
Friday, December 23, 2011
Hari Ibu: Tetap Kuat Walau Positif HIV
SETIAP tahun, Hari Ibu diperingati oleh masyarakat di berbagai tempat hampir di seluruh dunia. Indonesia, salah satunya yang paling ramai. Rupa-rupa cara digunakan untuk mengekspresikannya. Setiap orang pun mempunyai ragam perspektif tentang momentum yang jatuh pada 22 Desember ini. Walaupun beda-beda, semangatnya tetaplah sama.
Demikian juga dengan Putu Utami Dewi, Ketua Yayasan Spirit Paramacitta Bali, organisasi yang dulu bernama Bali Plus, lembaga yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, terutama pendampingan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV/ODHA). Bagi Putu, perayaan Hari Ibu tahun ini merupakan momentum penting untuk sekali lagi menyadarkan kita tentang betapa kita harus menghargai ibu.
Demikian juga dengan Putu Utami Dewi, Ketua Yayasan Spirit Paramacitta Bali, organisasi yang dulu bernama Bali Plus, lembaga yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, terutama pendampingan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV/ODHA). Bagi Putu, perayaan Hari Ibu tahun ini merupakan momentum penting untuk sekali lagi menyadarkan kita tentang betapa kita harus menghargai ibu.
Resep Ngeblog Anti HIV Bapak Blogger Indonesia
JUDUL di atas mungkin terasa aneh. :) Tapi, ayo kita buka forum lagi. Sebelumnya kita telah diskusi mengenai wacana gerakan blogger Indonesia untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan yang tepat mengenai HIV/AIDS, penanggulangannya, sekaligus untuk menghilangkan diskriminasi dan stigma terhadap teman-teman ODHIV.
Kali ini, kita diskusi tentang bagaimana menjadikan blog kita dipercaya, bahkan jadi rujukan bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. Bila blog kita telah mendapatkan kepercayaan, bukankah berarti pesan kita tersampaikan. Tapi memang, untuk mencapai level itu tantangannya menarik juga.
Kali ini, kita diskusi tentang bagaimana menjadikan blog kita dipercaya, bahkan jadi rujukan bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. Bila blog kita telah mendapatkan kepercayaan, bukankah berarti pesan kita tersampaikan. Tapi memang, untuk mencapai level itu tantangannya menarik juga.
Thursday, December 22, 2011
Australia & Indonesia Kerjasama Berantas Penyakit Hewan
AUSTRALIA dan Indonesia menggalang kerja sama untuk membantu mengendalikan penyakit hewan menular di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam suatu kemitraan baru untuk memperkukuh sistem kesehatan hewan.
Kemitraan Australia-Indonesia untuk Penyakit Menular yang Sedang Muncul senilai A$22 juta ini didanai oleh AusAID dan akan dilaksanakan oleh Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DAFF) Australia dalam kerja sama dengan pihak berwenang kesehatan hewan RI dan Kementerian Pertanian RI.
Kemitraan Australia-Indonesia untuk Penyakit Menular yang Sedang Muncul senilai A$22 juta ini didanai oleh AusAID dan akan dilaksanakan oleh Departemen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DAFF) Australia dalam kerja sama dengan pihak berwenang kesehatan hewan RI dan Kementerian Pertanian RI.
Bila 3,2 Juta Blogger Turun Tangan Cegah HIV
WALAU usaha penanggulangan makin gencar dilakukan, tapi Negeri tercinta kita ini, Indonesia, masih tercatat sebagai salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan epidemi HIV dan AIDS yang relatif tinggi. Nah, sebagai anggota komunitas social media, khususnya blog, rasanya kok tidak enak kalau kita tidak ikut ambil bagian dalam usaha bersama memecahkan permasalahan ini.
Mungkin, salah satu caranya ialah perlu disediakan space lebih banyak lagi di blog kita untuk mempublikasikan berbagai karya bertemakan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran penyakit menular ini. Selain itu, juga mengangkat tema penghapusan diskriminasi dan stigma terhadap teman-teman yang hidup dengan HIV (ODHIV/ODHA).
Mungkin, salah satu caranya ialah perlu disediakan space lebih banyak lagi di blog kita untuk mempublikasikan berbagai karya bertemakan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran penyakit menular ini. Selain itu, juga mengangkat tema penghapusan diskriminasi dan stigma terhadap teman-teman yang hidup dengan HIV (ODHIV/ODHA).
Djenar: Teman-teman ODHIV Itu Penulis Hebat
SIAPA bilang teman-teman yang positif HIV/AIDS atau yang sering kita sebut sebagai ODHA/ODHIV tidak bisa ngapa-ngapain. Tidak bisa berkarya. Tidak berguna bagi masyarakat. Itu salah besar! Karena sebetulnya, teman-teman ini menyimpan sejuta potensi di dalam dirinya.
“Yang saya lihat, mereka adalah orang-orang yang sama saja dengan kita yang tidak punya HIV,” kata penulis Djenar Maesa Ayu saat menjadi pembicara di acara Blogging Workshop & Awarding Event GoVlog on AIDS yang diselenggarakan Australian AID dan VIVAnews.com di fX Lifestyle X’nter, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Desember 2011.
“Yang saya lihat, mereka adalah orang-orang yang sama saja dengan kita yang tidak punya HIV,” kata penulis Djenar Maesa Ayu saat menjadi pembicara di acara Blogging Workshop & Awarding Event GoVlog on AIDS yang diselenggarakan Australian AID dan VIVAnews.com di fX Lifestyle X’nter, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Desember 2011.
Wednesday, December 21, 2011
Oz awards Indonesian bloggers for AIDS awareness
LOCAL bloggers were recognized in a competition organized by the Australian Government Aid Program (AusAID) to commemorate World AIDS Day in the spirit of raising awareness of HIV/AIDS prevention and treatment in Indonesia.
World AIDS Day is observed on Dec. 1 every year.
Themed “Youth and HIV”, the competition attracted more than 200 bloggers who wrote about their own experiences and opinions on HIV/AIDS, exposing Indonesia’s thriving online community to youth-generated information about HIV/AIDS.
World AIDS Day is observed on Dec. 1 every year.
Themed “Youth and HIV”, the competition attracted more than 200 bloggers who wrote about their own experiences and opinions on HIV/AIDS, exposing Indonesia’s thriving online community to youth-generated information about HIV/AIDS.
Siapa Tiga Penulis Blog Pilihan AusAID?
TIGA penulis kategori terbaik dari sepuluh blogger nominator kompetisi blog yang diselenggarakan oleh lembaga program bantuan Pemerintah Australia (AusAID), Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, dan VIVAnews.com telah diumumkan.
Ketiga penulis tersebut adalah Lingga Tri Utama yang menulis artikel "Melawan Mitos HIV dan AIDS," dan Zulvina Naridha Anom dengan artikel berjudul "Mereka Berjuang Mencegah HIV dan AIDS, Kita Pun Juga." Dan Siswanto (@friedsis) penulis di blog www.singkatcerita.blogspot.com yang menulis "Yang Tak Kenal Menyerah Perangi HIV."
Ketiga penulis tersebut adalah Lingga Tri Utama yang menulis artikel "Melawan Mitos HIV dan AIDS," dan Zulvina Naridha Anom dengan artikel berjudul "Mereka Berjuang Mencegah HIV dan AIDS, Kita Pun Juga." Dan Siswanto (@friedsis) penulis di blog www.singkatcerita.blogspot.com yang menulis "Yang Tak Kenal Menyerah Perangi HIV."
Friday, December 16, 2011
Diskriminasi ODHIV, Sudah Tak Jaman
TULISAN ini terinspirasi dari berita VOAnews.com berjudul ‘Penderita Baru HIV/AIDS di Jakarta Berjumlah 1.184 Orang’ yang terbit Senin, 28 November 2011. Di tubuh berita ini mengangkat kegetiran Tika Suryaatmaja, aktivis Yayasan Pelita Ilmu, mengenai tindakan diskriminatif perusahaan terhadap pekerja yang tertular HIV AIDS.
Terima kasih kepada wartawan yang menulis berita ini, Fathiyah Wardah. Ini mengingatkan saya pada cerita sahabat saya di Bali, yang bergiat dalam edukasi dan penanggulangan penyebaran HIV, awal Desember 2011 lalu.
Terima kasih kepada wartawan yang menulis berita ini, Fathiyah Wardah. Ini mengingatkan saya pada cerita sahabat saya di Bali, yang bergiat dalam edukasi dan penanggulangan penyebaran HIV, awal Desember 2011 lalu.
Ingin Tahu Sejarah Candu di Indonesia?
SEWAKTU berkunjung ke Bali bersama teman-teman finalis blogger AusAID awal Desember 2011, saya berkesempatan mengikuti penyegaran tentang HIV yang dibawakan oleh Danny Yatim. Danny ialah Media & Communications Adviser, HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI).
Bertempat di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS, Denpasar, dosen Universitas Atmajaya ini menyampaikan berbagai hal penting seputar HIV, termasuk kesalahan-kesalahan istilah yang kerap muncul di media massa.
Bertempat di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS, Denpasar, dosen Universitas Atmajaya ini menyampaikan berbagai hal penting seputar HIV, termasuk kesalahan-kesalahan istilah yang kerap muncul di media massa.
Kisah Dua Ibu Positif HIV
8 Desember 2011. Udara cerah siang itu. Kami mengunjungi Yayasan Kerti Praja (YKP), Denpasar, Bali. YKP adalah lembaga non-pemerintah. Salah satu aktivitasnya mengedukasi dan menanggulangi sebaran HIV. Saat berbincang-bincang dengan teman-teman aktivis YKP, kami dipertemukan dengan Mbak W dan Ibu P. Beliau ini dua orang yang telah positif HIV yang menjadi dampingan yayasan ini.
Mbak W mengenakan kaos putih dengan tas kecil yang diselempangkan ke dada. Ia tampak sehat dan bersemangat. Setelah duduk di antara kami dan berkenalan, Mbak W tak sungkan untuk bercerita mengenai dirinya dan keluarganya.
Mbak W mengenakan kaos putih dengan tas kecil yang diselempangkan ke dada. Ia tampak sehat dan bersemangat. Setelah duduk di antara kami dan berkenalan, Mbak W tak sungkan untuk bercerita mengenai dirinya dan keluarganya.
Monday, December 12, 2011
Peduli Orang Dengan HIV
ADA seorang dokter tiba-tiba tak mau menangani kaki pasien yang sakit. Alasannya karena si pasien positif HIV dan ia takut sekali ketularan. Ada lagi kasus, seorang pegawai dipecat tanpa hormat oleh atasannya karena mengakui terinfeksi HIV.
Adilkah itu? Menolak pasien mendapat hak layanan kesehatan dan menyingkirkan pegawai yang positif HIV karena takut tertular. Apalagi yang melakukannya orang berpendidikan tinggi yang idealnya tidak seperti itu. Namun perlu dimaklumi, mungkin mereka belum memahami proses penularan HIV. Penyakit itu menular melalui hubungan seks, pertukaran jarum suntik yang telah tercemar HIV, transfusi darah, dan dari ibu hamil yang mengidap HIV ke bayinya.
Adilkah itu? Menolak pasien mendapat hak layanan kesehatan dan menyingkirkan pegawai yang positif HIV karena takut tertular. Apalagi yang melakukannya orang berpendidikan tinggi yang idealnya tidak seperti itu. Namun perlu dimaklumi, mungkin mereka belum memahami proses penularan HIV. Penyakit itu menular melalui hubungan seks, pertukaran jarum suntik yang telah tercemar HIV, transfusi darah, dan dari ibu hamil yang mengidap HIV ke bayinya.