Showing posts with label Etika dan Moral. Show all posts
Showing posts with label Etika dan Moral. Show all posts

Wednesday, April 20, 2022

Bang Korlap Kena Tipu Jelang Lebaran

HARI terasa begitu ceria bagi Bang Korlap di pertengahan bulan puasa. Ponselnya menerima pesan dari seorang kawan di media lain.

"Bang, sore," kata kawan itu melalui WA.

Belum sempat membalas, Bang Korlap kembali menerima pesan yang membuatnya semakin deg-degan.

"Bang ijin, bisa titip berita di media mas?"

Wednesday, December 8, 2021

PR Kirim Paket ke Rumah Bang Korlap

BANYAK cara dilakukan public relations perusahaan untuk membangun hubungan dengan jurnalis. Caranya tidak melulu pakai uang. Tidak. Tapi bisa juga pakai barang, makanan, atau bingkisan-bingkisan kecil.

Ketika itu Bang Korlap dihubungi seorang PR yang menangani perusahaan elektronik. "Ah ini orang pasti cuma mau kirim rilis lagi," katanya dalam hati.

Bang Korlap selama ini memang selalu menaikkan press release kiriman PR itu. Materi beritanya seputar bedah produk yang intinya untuk memberitakan keunggulan-keunggulannya.

Friday, December 3, 2021

Komisaris Curhat Orang-orang Redaksinya Banyak Pemainnya

BANG KORLAP ditelepon seorang kawan lama yang sekarang sudah menjadi komisaris di sebuah media massa.

Awalnya, mereka ngobrol soal bisnis media, peluang-peluangnya, juga ancaman-ancamannya di masa mendatang.

Lama-lama, obrolan menjadi semacam curhat. Dari hal-hal yang umum menjadi tajam menukik.

Thursday, December 2, 2021

Satu Berita Naik Berkali-kali, Bang Korlap Sedih

REJEKI emang tak kemana-mana, kata Bang Korlap suatu sore. 

Bagaimana tidak. Saat dia sedang merokok sambil menikmati sore di redaksi, ada jurnalis media lain yang mengirim WA berisi kabar baik. 

"Sore mas, saya Joni, temennya Mas Eko media nasional mas." 

Jale di Tengah Pandemi Sudah Tak Lagi Nyobek, Virtual Transfer

SEMENJAK pandemi, banyak perusahaan di Indonesia yang tak lagi menyelenggarakan acara konferensi pers secara tatap muka.

"Sekarang kan mesti jaga jarak cuy," kata seorang redaktur desk bisnis di salah satu media.

Ketika itu dia sedang menatar salah seorang carep. 

Web Ngeblank Putih Kayak Amplop Polsek

SUATU pagi terjadi kehebohan di sebuah redaksi media lokal. Tampilan website hanya memunculkan halaman terpopuler. 

Halaman berita terkini, foto, video dan lain sebagainya tidak ada. Grup WA redaksi sejak subuh penuh dengan keluhan. 

Hampir tiap redaktur mengirimkan screencaptured tampilan website yang terpotong. 

Tuesday, April 21, 2020

Di PHP Orang Politik di Tengah Pandemi Corona, Bang Korlap: Wedus Tenan, Tobat, Tobat!

PANDEMI Covid-19 ternyata juga menghajar penghasilan Bang Korlap sejak awal Maret 2020. Tapi beberapa hari yang lalu, dia terlihat sumringah betul. 

Usut punya usut. Bang Korlap baru dapat undangan untuk jumpa orang politik di daerahnya.

"Wah mbeleh iki," kata Bang Korlap kepada rekan. Mbeleh artinya bakal dapat jale setelah sekian lama nggak dapat-dapat.   

Friday, January 31, 2020

Jangan Dimakan Sendiri atau Kau Kugeser, Cuk

BELUM lama ini terjadi pergeseran pos penugasan jurnalis di sebuah redaksi. Bang Korlap menggeser si A yang selama ini ngepos di instansi XXX dan menyuruhnya ke mana-mana.

Pergeseran ini agak bikin heboh di redaksi itu. Pasalnya selama ini belum pernah terjadi. Bahkan, jurnalis yang selama ini cuek bebek dengan masalah penugasan pun jadi bertanya-tanya ada apa di balik keputusan Bang Korlap pengen banget menggeser si A.

Usut punya usut, rupanya ada kaitannya dengan perjalean.

Sunday, October 27, 2019

Demi Fee, Bang Korlap Rela Jadi Sales

KISAH korlap satu ini tiada habisnya. Kantornya sekarang punya kebijakan bagi-bagi fee kalau ada wartawannya yang bisa datangkan iklan.

Sebenarnya kebijakan semacam itu bukan hal baru di dunia pers negeri ini. Bahkan, ada media besar yang lain juga melakukannya sejak lama.

Tapi cerita ini tidak masuk pada pembahasan etikanya. Cuma mau cerita kelucuan si korlap yang memang dasarnya suka 86.

Tuesday, October 15, 2019

Marketing Geregetan, Jadilah Dia Jurnalisnya

POSISI jurnalis di sejumlah media sekarang bisa dikatakan di bawah kendali marketing.

Jurnalis disuruh-suruh mendampingi marketing buat melancarkan usaha cari uang untuk perusahaan.

Seperti yang terjadi di salah satu redaksi.

"Komandan, siapa yang lagi liputan di instansi Q?" kata seorang marketing kepada pimpinan media.

Tuesday, June 11, 2019

Redaktur Cari Jale sampai Kunci Akun Medsos

ADA lagi pengalaman jurnalis muda dengan redakturnya di kantor. Pada suatu hari, redakturnya tidak terlihat di kantor. Mungkin dua atau tiga hari dia menghilang. Bahkan, atasan di kantor pun tak ada yang tahu.

Selama beberapa hari itu, semua akun media sosial redaktur dikunci. Beberapa temannya di kantor sampai heran, kok sampai menghilang semedia-media sosialnya.

Belakangan terungkap, redaktur itu pergi bersama sejumlah wartawan ke daerah lain, ikut acara elite politik.

Cerita Korlap Banjir Transferan

HAMPIR setiap hari, si jurnalis muda yang duduk di bangku sebelah Bang Korlap keheranan setiap kali melihat layar komputer.

Dia melihat web whatsapp di komputer Bang Korlap selalu terlihat screencapture transferan duit. Isi transfernya rata-rata Rp250 ribu.

Dalam hati jurnalis muda, apa sih sebenarnya bisnis Bang Korlap yang jadi redakturnya. Kok setiap hari ada transferan. Hebat benar.

Tuesday, August 21, 2018

Ogah Bikin Berita Gara-gara Gak Jelas

DENGAN langkah tegap, wartawan muda ini datang ke acara deklarasi politik. Terik mata hari tak dirasakannya. Dalam hatinya, acara semacam ini tentu ada amplopnya, seperti kata para seniornya.

Acara pun berlangsung tak lama setelah beliau tiba. Sejam kemudian, acara selesai. Matanya menatap ke sana kemari. Lalu, jalan ke sana dan ke sini berharap-harap panitia memanggilnya.

Sampai berkeringat, tidak ada yang memanggilnya.

Bang Bodrek Makin Bergaya Milenial, Link Youtube Jadi BB

JELANG pemilu presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, cara-cara komunitas jalers mencari amplop pun semakin bergaya milenial.

Anggota jalers yang medianya berasal dari negeri antah brantah tak lagi pusing. Seperti aki-aki satu ini ketika menghadiri acara deklarasi di salah satu tempat di Ibu Kota.

Di salah satu sudut panggung, Bang Korlap siaga dengan tumpukan amplop buat para jalers peliput acara. Setelah membagi-bagikan ke wartawan yang mukanya sudah dia kenal, juga ke media-media yang namanya tak asing di matanya, muncullah si aki-aki itu.

Monday, August 20, 2018

Korlap 86 Pun Punya Stuntman Buat Ambil Jale

AKSI stuntman Presiden Joko Widodo ketika menunggangi sepeda motor menuju acara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8/2018), heboh. Pro dan kontra terjadi sampai beberapa hari lamanya.

Sorry sedikit tak nyambung dengan peristiwa itu. Hehehe. Aksi stuntman rupanya juga bisa terjadi di dunia perjalean.

Aksi ini dilakukan oleh salah seorang wartawan. Sebut saja namanya Bang Korlap. Jelang pemilu, biasalah di dunia Bang Korlap terjadi hujan "amplop." Maksudnya, mencari amplop berasa lebih mudah karena sebagian tokoh pengen nampang di media.

Wednesday, August 8, 2018

Sales Vs Editor Pro 86

INI cerita seorang sales di sebuah redaksi media online Zzttth.com. Dia sedang berusaha mendekati calon klien atau calon pemasang iklan di salah satu lembaga.

Melihat medianya menarik, calon klien itu mulai tertarik untuk kerjasama dengan sales. Tetapi, tim calon klien itu juga kreatif dengan mengirimkan materi-materi pemberitaan ke reporter atau editor di berbagai media dengan harapan bersedia memuatnya.

Sesampai ke tangan editor media Zzttth.com, materi kiriman lembaga tadi langsung dimuat karena ada jalenya. 

Cerita Redaktur Disaingi Reporternya

INI cerita seorang wartawan yang ditawari jadi redaktur oleh atasannya. Biasanya, reporter yang dapat kesempatan itu akan bangga sekali karena menjadi indikator kemampuan jurnalistik atau jejaringnya diakui redaksi.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi Bang Korlap ini. Dia sedih sekali karena tidak bisa menolak diangkat jadi redaktur.

Usut punya usut, ternyata sebabnya karena pendapatannya dari sektor jale sudah pasti berkurang. Kalau biasanya hampir dua hari sekali dapat pemasukan dari sana sewaktu masih liputan di lapangan, kini tidak bisa lagi karena dia harus menghabiskan lebih banyak waktu kerja di komputer kantor.

Yang membuatnya lebih sedih lagi. Area yang selama ini "basah," kini diambil alih oleh reporter yang baru menggantikannya. 

Friday, June 1, 2018

Cari Jale Era Digital

TAK hanya era new media, juga ada era new jale. Cara cari jale mengalami penyesuaian-penyesuaian seiring perkembangan teknologi.

Hal-hal yang di era media print dulu tertutup karena modus jale yang diterapkan oknum editor mudah terdeteksi oleh atasan, sekarang nyaris sulit ketahuan.

Contohnya yang dilakukan Bang Korlap ini. Dia bekerja di sebuah media online yang menerapkan secara ketat aturan main jurnalistik. Jadinya sulit untuk meloloskan berita-berita mengandung jale.

Jale Menggiurkan, Syaratnya Cuma Pakai Hyperlink

JALE pun mengikuti zaman. Di era digital, caranya  pun makin kreatif dan sulit terdeteksi kalangan awam

Seperti pengalaman  Bang Korlap  baru-baru ini. Dia dijapri sama seorang marketing lewat linkedin. Setelah basa-basi selesai, si marketing mengajak Bang Korlap kerjasama menaikkan artikel ke situs berita, sama-sama menguntungkan dan rahasia terjamin.

"Maksudnya begimana kakak," kata Bang Korlap. Rahasia bagaimana? Setahunya, jale itu gampang ketahuan sama atasan di redaksi.

"Bang Korlap kan sudah profesional nih ceritanya. Mosok belum tahu triknya sikkkk," kata marketing.

Bang Korlap: Ane Kagak Minta, Kalau Dikasih ya Ambil

UNGKAPAN yang paling sering disampaikan Bang Korlap untuk membenarkan perilakunya adalah begini. "Ane kan kagak minta amplop, cuy. Kalau dikasih yang ane ambil."

"Ane ambil aja amplopnya kalau dikasih. Kan, yang penting nggak mempengaruhi berita yang ane tulis."

"Gini cuy, ane kagak makan sendirian tuh jalean. Itu kan buat makan rame-rame juga kan ama temen-temen di kantor."

Itulah. Tiap kali ngobrol sama Bang Korlap dan dia bilang seperti itu, sudah malas rasanya untuk memperdebatkannya.

Baginya menerima amplop dari narasumber itu nggak apa-apa sepanjang nggak memeras alias meminta. 

PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba tetap idealis.
Kamus Besar Wartawan Amplop