NAMANYA Aa Dudun. Entah mengapa dia suka sekali dipanggil demikian. Mungkin karena kebiasaan di daerah asalnya seperti itu, jadi ketika dipindah tugas liputan ke pusat kota, masih kebawa-bawa.
Sebagai wartawan daerah yang baru dapat penugasan liputan di instansi baru, Aa Dudun harus mencari teman wartawan lain yang sudah mengenal medan. Kalau bisa, koordinator wartawan, karena biasanya bisa menjadi sumber informasi bila ada acara-acara penting.
Friday, January 7, 2011
Kau Tolak Jale, Jatahmu Kuambil
Thursday, January 6, 2011
Dikira Cake, Ternyata Shampoo Ketombe
BELAKANGAN, suasana di redaksi media XLL sedang agak tegang. Pimpinan kantor bawaannya merengut. Maunya untung terus. Mungkin saking tak tahannya, perilaku si bos dijadikan bahan tawaan para karyawan.
Suatu siang ketika si bos entah kemana, datang seorang kurir. Dia hendak mengantarkan kiriman berupa bungkusan besar yang terkesan mewah. Rupanya barang itu untuk wartawan benama Uuk.
Suatu siang ketika si bos entah kemana, datang seorang kurir. Dia hendak mengantarkan kiriman berupa bungkusan besar yang terkesan mewah. Rupanya barang itu untuk wartawan benama Uuk.
Wednesday, January 5, 2011
“Aman”
DI pertengahan tahun, berlangsunglah sidang di gedung wakil rakyat. Tumben waktu itu kursi anggota dewan yang kosong sedikit, padahal biasanya sampai puluhan.
Di sela-sela sidang, seorang wakil rakyat keluar ruang. Seorang wartawan yang sejak lama menunggunya, akhirnya langsung menyodori dengan pertanyaan.
Di sela-sela sidang, seorang wakil rakyat keluar ruang. Seorang wartawan yang sejak lama menunggunya, akhirnya langsung menyodori dengan pertanyaan.
Tuesday, January 4, 2011
Korlap Amplop Dan Makna Dodol Garut
HUJAN turun saat matahari bersinar terang di kota itu. Tapi beberapa wartawan yang sedang duduk-duduk di dekat kantor notaris nampak tidak peduli. Mereka kelihatan sedang gusar, terutama si senior Gondorukem (red: nama palsu). Rokok baru dihisap tiga kali, langsung dibuang, lalu menyalakan lagi. Padahal, wartawan berkumis tebal ini biasanya kalau busa rokok belum terbakar, rokok belum di buang.
Ada apa sih? Kok sampai segitunya si Gondorukem ini. Rupanya, dia kesal karena seorang pejabat yang selama ini dikenalnya, baru saja pindah tugas ke daerah lain. Tapi, si pejabat ini tidak pamitan ke dia dan teman-teman wartawan lainnya.
Ada apa sih? Kok sampai segitunya si Gondorukem ini. Rupanya, dia kesal karena seorang pejabat yang selama ini dikenalnya, baru saja pindah tugas ke daerah lain. Tapi, si pejabat ini tidak pamitan ke dia dan teman-teman wartawan lainnya.
Monday, January 3, 2011
Nostalgia Manis Korlap Wartawan Amplop
CERITA ini asalnya surat dari seorang wartawan senior yang dikirim kepada penulis blog ini. Rupanya dia punya satu kenangan manis saat liputan di lapangan dulu.
Saking manisnya cerita itu, jurnalis yang telah punya jam terbang tinggi di bidang amplop alias jale ini tidak ingin cerita itu hilang begitu saja. Makanya, dia mengabadikan nostalgianya di blog amplop ini.
Saking manisnya cerita itu, jurnalis yang telah punya jam terbang tinggi di bidang amplop alias jale ini tidak ingin cerita itu hilang begitu saja. Makanya, dia mengabadikan nostalgianya di blog amplop ini.