Saturday, January 15, 2011

Spanduk Sama Dengan Undangan

SIANG itu, meluncurlah dua orang 'wartawan' yang berboncengan sepeda motor ke salah satu gedung bertingkat. Setelah parkir, si A bertanya ke si B. "Coi, kemana kita ni."

Si B menjawab, "Tenang saja kau, ayolah."
Si A yang selama ini merupakan teman baik si B pun ikut. Mereka masuk ke lobi gedung. Tak lama kemudian mereka naik ke lantai dua, menuju ke salah satu aula.

Friday, January 14, 2011

KAMUS BESAR WARTAWAN AMPLOP

SELAMA ini teman-teman semua sudah sering menemukan berbagai istilah, misalnya wartawan amplop, 'wartawan' bodrek, jale sampai 86, dalam cerita-cerita di blog korlap wartawan amplop Indonesia ini. ;-D

Teman-teman yang sudah bertahun-tahun menjalani profesi wartawan, tentunya sudah paham istilah di atas. Tetapi, bagaimana dengan kawan-kawan yang masih baru bergabung di dunia kewartawanan? Mungkin saja ada yang belum tahu, walaupun sewaktu kuliah dulu pernah mendengarnya.

Tuesday, January 11, 2011

"Menghajar Iya, Minta THR Iya"

DENGAN penuh semangat, ketiga wartawan di salah satu kabupaten ini memacu sepeda motornya. Terik matahari sudah tak dirasakan lagi. Mereka sedang menuju ke kantor salah satu dinas.

Sesampai di TKP, mereka bertemu dengan humas. Setelah ngobrol ABCDEFG…, mereka keluar dari ruangan lagi. Mereka kecewa karena tidak kebagian THR atau parcel.

Saturday, January 8, 2011

Stop Berita!! 'Bapak' Tak Menghendaki

SORE itu, seorang wartawan sport begitu semangat untuk meliput salah satu event sepak bola, apalagi jalannya pertunjukan itu belakangan ini jadi kontroversi setelah ditentang organisasi induk olah raganya. Wartawan ini pun siap mengurus kartu pers liputan.

Karena memang sudah lama di bidang sport, maka tak susah baginya untuk mengurus kartu liputan. Setelah mengantongi kartu liputan, semangat ‘45’ sang wartawan ini bertambah. Baginya, ini sejarah penting suatu event bola yang dianggap ilegal.

Gagal Dapat Vocer Pertamax, Gan

SUATU hari dua wartawan muda mendapat tugas dari redaksi untuk meliput kegiatan sosial sebuah perusahaan di Kecamatan Orasudimampir, Kabupaten Mampirotakantemi. Disebut Orasudimampir karena daerah itu jauh sekali, ditambah jalurnya yang bikin kendaraan cepat rusak.

Karena itu, biasanya wartawan di Kabupaten Mampirotakantemi enggan meliput ke sana, keculai memang ada taruna (kira-kira artinya berita) besar dan menasional.