Thursday, September 8, 2011

Korlap 86: Kiat Menggairahkan Content Blog

IBARAT memiliki kendaraan bermotor, bila tidak dirawat dengan baik, maka akan cepat rusak. Kalau sudah aus, tentunya tidak menarik lagi. Bukan hanya kurang menarik bagi kita sebagai pemilik, namun juga untuk orang lain di sekitar kita. Demikian halnya dengan blog.

Mempunyai blog idealnya kita mesti siap merawat dan mengelolanya. Menyayanginya sedemikian rupa supaya tetap hidup. Ceileeee….  Hidup dalam pengertian menarik dari sisi penampilan maupun content-nya. Kalau blog kita hidup, maka akan melahirkan semacam rasa kebanggaan, khususnya buat diri sendiri.

Friday, September 2, 2011

Bukan Garuda Di Dadaku, Tapi 86 Di Dadaku

SEORANG wartawan di Jakarta sangat hobi nonton pertandingan sepak bola. Jam berapapun acaranya, dia pasti akan menonton. Dan anak ini punya kesukaan yang agaknya tidak boleh ditiru oleh siapapun, yaitu taruhan.

Nah, malam itu, yang bertanding adalah Tim Nasional Indonesia dan Iran di pertandingan pra piala dunia. Di sela-sela pertandingan, dia buka internet. Terbaca olehnya semua status facebook dan timeline twitter milik teman-temannya tak henti-henti menyanjung Timnas. Misalnya, ‘sungguh mantaaaap.’ Yang lain lagi menulis ‘kiper Markus Horison tampil bagus.’ Terus ada lagi menulis begini ‘nasionalisme saya bangkit.’ Ada juga yang nge-twit ‘Timnas akan tekuk musuh 4-1.’

Thursday, September 1, 2011

Open House, Kucing-kucingan Dengan Wartawan Bodrek

SEORANG pejabat pemerintah di salah satu daerah di Tanah Air pusing tujuh keliling. Pasalnya,  di sore itu, saat menghadiri acara open house lebaran 2011 yang diselenggarakan bosnya, ada beberapa wartawan bodrek yang mendekatinya. Seandainya saja para bodrek itu datang untuk bersilaturahmi dan menikmati jamuan makan, tidaklah jadi masalah.  Eh ini, mereka tidak hanya makan, tapi juga minta uang amplop dan THR.

Yang membikin dia kesal sekaligus malu ialah sikap kurang sopan yang ditunjukkan beberapa bodrek itu. Mereka tidak hanya terus mengikuti kemanapun dia pergi untuk menyalami tamu. Tapi juga terang-terangan minta uang. Karena caranya yang tidak enak,  pejabat ini tidak mau memberi apapun kepada mereka.

Balas Dendam Kepada Humas

SEHARI setelah acara konferensi pers di salah satu kota di Indonesia, seorang mantan korlap wartawan amplop yang kini jadi humas di salah satu perusahaan, sibuk membaca kiriman SMS di layar BB-nya.  Pria ini senyum-senyum sendiri,  terkadang tertawa sampai terpingkal-pingkal.

Apa sih isi SMS-nya. Ternyata ada wartawan yang menulis SMS begini: “Bang, berita release-nya sudah dimuat sesuai dengan perintah. From wartawan XXXX”

Monday, August 29, 2011

Ucapan Lebaran Wartawan Amplop 2

DI hari nan fitri sekali ini, tiada hal lain yang indah untuk diucap, selain saling memaafkan dengan sepenuh hati.

Memaafkan semua kata yang pernah terucap, semua sikap yang pernah tertangkap,

pokoknya semua khilaf yang pernah menoreh luka di hati.

Semoga kita menjadi manusia yang baik di Hari kemenangan ini.

Dan silaturahmi kita kembali terjaga.

Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

NB: THR bisa langsung ditransfer ke rekening Bank ZZZ, Nomor xxxxx. a/n wartawan media XXXL. Mohon secepatnya!


**
Ditulis untuk #GoVlog Ramadan @VIVAnews