DUA wartawan senior ini sudah jarang bertemu sejak mereka pindah tugas. Satu tugas liputan daerah pelosok Pulau Jawa, satu lagi di Ibukota Jakarta. Petang itu, dua wartawan yang berasal dari satu daerah ini berjumpa lagi, tapi hanya di facebook. Karena lama tak ngobrol, maka mereka pun ramai sekali. Ini dan itu dibicarakan. Berhaha hihi dan lain sebagainya.
Haha hihi yang paling seru ialah ketika dua korlap wartawan 86 ini bicara soal amplop. Korlap 86 ialah plesetan dari istilah wartawan amplop. (Klik kamus besar wartawan amplop di sini) Hehehe… Dari dulu sampai sekarang, keduanya memang tidak berubah dalam hal satu itu. Hobi sekali ngobrol soal amplop. Hobi sekali menceritakan pengalaman menerima amplop.
Friday, September 9, 2011
Terbongkarnya Misteri Penyimpanan Amplop
Thursday, September 8, 2011
Korlap 86: Kiat Menggairahkan Content Blog
IBARAT memiliki kendaraan bermotor, bila tidak dirawat dengan baik, maka akan cepat rusak. Kalau sudah aus, tentunya tidak menarik lagi. Bukan hanya kurang menarik bagi kita sebagai pemilik, namun juga untuk orang lain di sekitar kita. Demikian halnya dengan blog.
Mempunyai blog idealnya kita mesti siap merawat dan mengelolanya. Menyayanginya sedemikian rupa supaya tetap hidup. Ceileeee…. Hidup dalam pengertian menarik dari sisi penampilan maupun content-nya. Kalau blog kita hidup, maka akan melahirkan semacam rasa kebanggaan, khususnya buat diri sendiri.
Mempunyai blog idealnya kita mesti siap merawat dan mengelolanya. Menyayanginya sedemikian rupa supaya tetap hidup. Ceileeee…. Hidup dalam pengertian menarik dari sisi penampilan maupun content-nya. Kalau blog kita hidup, maka akan melahirkan semacam rasa kebanggaan, khususnya buat diri sendiri.
Friday, September 2, 2011
Bukan Garuda Di Dadaku, Tapi 86 Di Dadaku
SEORANG wartawan di Jakarta sangat hobi nonton pertandingan sepak bola. Jam berapapun acaranya, dia pasti akan menonton. Dan anak ini punya kesukaan yang agaknya tidak boleh ditiru oleh siapapun, yaitu taruhan.
Nah, malam itu, yang bertanding adalah Tim Nasional Indonesia dan Iran di pertandingan pra piala dunia. Di sela-sela pertandingan, dia buka internet. Terbaca olehnya semua status facebook dan timeline twitter milik teman-temannya tak henti-henti menyanjung Timnas. Misalnya, ‘sungguh mantaaaap.’ Yang lain lagi menulis ‘kiper Markus Horison tampil bagus.’ Terus ada lagi menulis begini ‘nasionalisme saya bangkit.’ Ada juga yang nge-twit ‘Timnas akan tekuk musuh 4-1.’
Nah, malam itu, yang bertanding adalah Tim Nasional Indonesia dan Iran di pertandingan pra piala dunia. Di sela-sela pertandingan, dia buka internet. Terbaca olehnya semua status facebook dan timeline twitter milik teman-temannya tak henti-henti menyanjung Timnas. Misalnya, ‘sungguh mantaaaap.’ Yang lain lagi menulis ‘kiper Markus Horison tampil bagus.’ Terus ada lagi menulis begini ‘nasionalisme saya bangkit.’ Ada juga yang nge-twit ‘Timnas akan tekuk musuh 4-1.’
Thursday, September 1, 2011
Open House, Kucing-kucingan Dengan Wartawan Bodrek
SEORANG pejabat pemerintah di salah satu daerah di Tanah Air pusing tujuh keliling. Pasalnya, di sore itu, saat menghadiri acara open house lebaran 2011 yang diselenggarakan bosnya, ada beberapa wartawan bodrek yang mendekatinya. Seandainya saja para bodrek itu datang untuk bersilaturahmi dan menikmati jamuan makan, tidaklah jadi masalah. Eh ini, mereka tidak hanya makan, tapi juga minta uang amplop dan THR.
Yang membikin dia kesal sekaligus malu ialah sikap kurang sopan yang ditunjukkan beberapa bodrek itu. Mereka tidak hanya terus mengikuti kemanapun dia pergi untuk menyalami tamu. Tapi juga terang-terangan minta uang. Karena caranya yang tidak enak, pejabat ini tidak mau memberi apapun kepada mereka.
Yang membikin dia kesal sekaligus malu ialah sikap kurang sopan yang ditunjukkan beberapa bodrek itu. Mereka tidak hanya terus mengikuti kemanapun dia pergi untuk menyalami tamu. Tapi juga terang-terangan minta uang. Karena caranya yang tidak enak, pejabat ini tidak mau memberi apapun kepada mereka.
Balas Dendam Kepada Humas
SEHARI setelah acara konferensi pers di salah satu kota di Indonesia, seorang mantan korlap wartawan amplop yang kini jadi humas di salah satu perusahaan, sibuk membaca kiriman SMS di layar BB-nya. Pria ini senyum-senyum sendiri, terkadang tertawa sampai terpingkal-pingkal.
Apa sih isi SMS-nya. Ternyata ada wartawan yang menulis SMS begini: “Bang, berita release-nya sudah dimuat sesuai dengan perintah. From wartawan XXXX”
Apa sih isi SMS-nya. Ternyata ada wartawan yang menulis SMS begini: “Bang, berita release-nya sudah dimuat sesuai dengan perintah. From wartawan XXXX”