* Laporan Dyah Ratna Meta
Republika, akhir April 2011
AWALNYA, ikut-ikutan teman. Sekarang, Siswanto mengaku ketagihan ngeblog ria. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina Jakarta ini malah sudah tak bisa lepas dari blog.
Bagi dia, blog adalah media yang bebas dan membebaskan. Di sana dia bisa menulis apa saja yang tak mungkin dimuat di media massa. Entah itu menulis puisi, cerpen, curhat sendiri, atau curhat teman-temannya. "Intinya, dengan blog kita bisa menulis dengan bebas tidak terbatas kriteria-kriteria tertentu seperti dalam media," ujarnya.
Tuesday, September 20, 2011
SMA 6 Jadi SMA 86
DUA wartawan tua tengah leyeh-leyeh di mushola dekat gedung kantor pemerintah. Mereka memperbincangkan kasus yang tengah hangat selama dua hari terakhir. Apalagi kalau bukan kasus yang melibatkan adik-adik SMA 6, Bulungan, Jakarta Selatan, dengan wartawan.
Konon, kasus itu berawal dari aksi tawuran antara sebagian murid SMA 6 dan SMA 70. Kemudian diliput oleh wartawan. Tapi, entah bagaimana awal mulanya (polisi masih mengusutnya), belakangan juru warta salah satu stasiun televisi melaporkan telah mendapatkan bogem dan berbagai kekerasan fisik lainnya dari adik-adik SMA 6. Bahkan, kameranya pun raib.
Konon, kasus itu berawal dari aksi tawuran antara sebagian murid SMA 6 dan SMA 70. Kemudian diliput oleh wartawan. Tapi, entah bagaimana awal mulanya (polisi masih mengusutnya), belakangan juru warta salah satu stasiun televisi melaporkan telah mendapatkan bogem dan berbagai kekerasan fisik lainnya dari adik-adik SMA 6. Bahkan, kameranya pun raib.
Monday, September 12, 2011
Wartawan Kok Dimintai Amplop
ADA dua wartawan tengah minum kopi di kedai kopi pinggir taman, sore itu. Tiba-tiba, wartawan A berteriak lirih. Ia terkejut setelah membaca artikel berita di Kompas.com melalui link di wall facebook-nya.
Ini artikel yang dibaca oleh si wartawan A itu:
Ini artikel yang dibaca oleh si wartawan A itu:
Saturday, September 10, 2011
AWAS! PENJAHAT COPAS BLOG DI SEKITAR KITA
JUDUL tulisan ini mungkin terasa kasar buat teman-teman yang hobi nge-blog. Maaf ya. Tapi rasanya sih memang tepat untuk menyebut pemilik blog, yang kontennya hasil copy paste (copas) karya blogger lain tanpa menyertakan sumber dan link secara benar.
Khususnya kepada copaser ilegal yang kemudian mengomersialkan konten hasil curian di situsnya, bagi saya, mereka itu berbisnis dengan cara yang tidak bagus. Tega nian. Sepertinya, hanya mau enaknya saja dalam mendapatkan uang, tanpa bekerja keras membuat karya yang orisinil.
Khususnya kepada copaser ilegal yang kemudian mengomersialkan konten hasil curian di situsnya, bagi saya, mereka itu berbisnis dengan cara yang tidak bagus. Tega nian. Sepertinya, hanya mau enaknya saja dalam mendapatkan uang, tanpa bekerja keras membuat karya yang orisinil.
Friday, September 9, 2011
Terbongkarnya Misteri Penyimpanan Amplop
DUA wartawan senior ini sudah jarang bertemu sejak mereka pindah tugas. Satu tugas liputan daerah pelosok Pulau Jawa, satu lagi di Ibukota Jakarta. Petang itu, dua wartawan yang berasal dari satu daerah ini berjumpa lagi, tapi hanya di facebook. Karena lama tak ngobrol, maka mereka pun ramai sekali. Ini dan itu dibicarakan. Berhaha hihi dan lain sebagainya.
Haha hihi yang paling seru ialah ketika dua korlap wartawan 86 ini bicara soal amplop. Korlap 86 ialah plesetan dari istilah wartawan amplop. (Klik kamus besar wartawan amplop di sini) Hehehe… Dari dulu sampai sekarang, keduanya memang tidak berubah dalam hal satu itu. Hobi sekali ngobrol soal amplop. Hobi sekali menceritakan pengalaman menerima amplop.
Haha hihi yang paling seru ialah ketika dua korlap wartawan 86 ini bicara soal amplop. Korlap 86 ialah plesetan dari istilah wartawan amplop. (Klik kamus besar wartawan amplop di sini) Hehehe… Dari dulu sampai sekarang, keduanya memang tidak berubah dalam hal satu itu. Hobi sekali ngobrol soal amplop. Hobi sekali menceritakan pengalaman menerima amplop.