WALAUPUN anda secara medis positif (+) terinfeksi virus AIDS, maka terimalah keadaan positif (+) tersebut. Kepada anda yang secara medis negatif (-), maka berfikirlah positif terhadap mereka yang secara medis positif (+) AIDS. Dengan berpikir positif, maka kita tidak pernah kehilangan harapan. Dengan harapan itulah, kita dapat berdaya bersama dalam kehidupan ini.
Demikian penjelasan tema acara peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2011 yang dilaksanakan oleh berbagai kelompok komunitas di sekitar Tugu Proklamasi Jakarta Pusat. Kelompok-kelompok komunitas ini tersebar di wilayah kelurahan Menteng, Pegangsaan, Pasar Manggis dan Manggarai.
Friday, December 2, 2011
Wednesday, November 23, 2011
Nyanyi Bareng Sambel Goank, Nyok...
Bosan banjir, berdaya bareng-bareng
Kesel ame macet, berdaya bareng-bareng
Air kudu bersih, berdaya bareng-bareng
Udara seger, berdaya bareng-bareng
Itu adalah lirik lagu berjudul ‘Berdaya Bareng-bareng’ yang mampu membikin suasana syukuran Rumah Faisal-Biem di Jalan Tebet Barat 1/26, Jakarta Selatan, pada Senin, 21 November 2011 malam lalu, gembira ria. Pasti ingin tahu siapa yang menciptakannya, kan? Yang menciptakannya tak lain adalah temen-temen dari kelompok musik Sambel Goank dengan dukungan ide Biem Benjamin, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Friday, November 18, 2011
Kisah Gay Pendamping Orang Dengan HIV/AIDS
DI tulisan sebelumnya, saya telah menceritakan pengalaman Yosef. Ia orang yang positif HIV. Ia sempat frustasi, sendiri, ingin mati karena merasa hidup ini tidak ada guna lagi. Pergulatan batin itu berlangsung cukup lama sampai kemudian ia bangkit. Didukung oleh teman-teman pendamping ODHA ia semakin kuat. Bahkan, setelah berhasil melewati masa masa krisis itu, pria ini menjadi pendamping bagi ODHA lainnya. (cerita itu klik di sini)
Nah, dalam seri tulisan kali ini, saya akan mengangkat cerita dari perspektif seorang remaja yang menjadi pendamping ODHA di kalangan gay. Namanya Way Mazsyant. Mazsyant menceritakan awal mula keterlibatannya di kegiatan ini. Ia punya banyak pengalaman. Tapi ada satu yang paling tragis. Seorang teman terdekatnya positif HIV/AIDS dan meninggal pada 2009 karena dari awal terlambat mendeteksinya. Tak hanya sedih tapi juga menyesal karena merasa gagal mendampingi. Bagaimana ceritanya?
Nah, dalam seri tulisan kali ini, saya akan mengangkat cerita dari perspektif seorang remaja yang menjadi pendamping ODHA di kalangan gay. Namanya Way Mazsyant. Mazsyant menceritakan awal mula keterlibatannya di kegiatan ini. Ia punya banyak pengalaman. Tapi ada satu yang paling tragis. Seorang teman terdekatnya positif HIV/AIDS dan meninggal pada 2009 karena dari awal terlambat mendeteksinya. Tak hanya sedih tapi juga menyesal karena merasa gagal mendampingi. Bagaimana ceritanya?
Thursday, November 17, 2011
Kisah Yosef Bangkit dari Frustasi Positif HIV
DI bagian pendahuluan ini, mari kita perhatikan data tentang HIV/AIDS ini. Jumlah kasus AIDS di Indonesia berdasarkan pelaporan surveilans AIDS Kementerian Kesehatan RI tahun 1987 hingga Juni 2011 secara kumulatif tercatat mencapai 26.483 kasus. 19.139 kasus (72.3 persen) di antaranya terjadi pada laki-laki. Sedang 7.255 kasus (27.4 persen) lagi pada perempuan. Sementara 89 kasus lagi (0.3 persen) dialami orang yang belum diketahui jenis kelaminnya.
Adapun cara penularan AIDS, paling banyak terjadi karena faktor heteroseksual (54.8 persen), kemudian karena penggunaan narkoba suntik (36.2 persen), tak diketahui (3.0 persen), LSL (2.9 persen), perintal (2.8 persen), dan transfusi darah (0.2 persen).
Adapun cara penularan AIDS, paling banyak terjadi karena faktor heteroseksual (54.8 persen), kemudian karena penggunaan narkoba suntik (36.2 persen), tak diketahui (3.0 persen), LSL (2.9 persen), perintal (2.8 persen), dan transfusi darah (0.2 persen).
Monday, November 14, 2011
Air Minum untuk Rusa Monas
BERAWAL dari obrolan di twitter tentang nasib rusa di Taman Monumen Nasional (Monas), yang diberitakan media massa mengalami kekurangan makan dan minum. Teman-teman yang selama ini sama-sama memiliki perhatian kepada satwa pun terpikir untuk ikut andil dalam membantu memecahkan masalah itu.
Termasuk beberapa teman yang aktif di media sosial. Seperti Mbak Anny Djati, Bang Iwan Piliang, Mbak Lidia, dan Bang Dani. Secara spontan, mereka sepakat kopi darat. Tujuannya untuk berdaya bareng-bareng mengkonkritkan gagasan menyalurkan air minum bagi rusa di Taman Monas.
Termasuk beberapa teman yang aktif di media sosial. Seperti Mbak Anny Djati, Bang Iwan Piliang, Mbak Lidia, dan Bang Dani. Secara spontan, mereka sepakat kopi darat. Tujuannya untuk berdaya bareng-bareng mengkonkritkan gagasan menyalurkan air minum bagi rusa di Taman Monas.