Sunday, July 24, 2016

Hari Kamis yang Berseri di Sebuah Pressroom

Lama Bang Korlap tak curhat, hari ini akan mulai lagi menceritakan pengalaman-pengalamannya malang melintang di dunia peramplopan.

Saking banyaknya cerita yang menumpuk, Bang Korlap mau cerita kejadian sewaktu di ruang wartawan salah satu lembaga dulu.

Begini ceritanya. Seorang wartawan muda yang baru liputan di sana heran bukan main pada hari Kamis itu.

Usai acara diskusi yang temanya membosankan, dia melihat senior-seniornya, termasuk Bang Korlap, berjejer ke arah ruangan koordinator wartawan lembaga.

Melihat pemandangan di pressroom lembaga yang dikenal basah alias banyak duit berseliweran itu, dia teringat ketika nonton film di bioskop. Untuk mendapatkan karcis, harus jejer dulu menunggu giliran.

Satu persatu senior diperhatikan oleh si wartawan yunior. Tiap keluar dari ruang ketua pressroom, kok, wajahnya berseri-seri. Padahal sewaktu mengikuti acara diskusi tadi, muka-mukanya kusut kayak baru bangun tidur.

Wartawan  muda tadi belum mengerti apa yang terjadi. Dia baru ngeh setelah semua senior pergi dari pressroom sambil menatap ke depan dengan penuh percaya diri.

"Bang Korlap, tadi itu ada apa bang ya," kata yunior dengan polosnya.

"Lha emang lu nggak dapat tadi, cuy," Bang Korlap menjawab.

"Dapat apaan, bang," yunior penasaran.

"Ampun dah, nih, Lu dah berapa lama liputan di sini, men," kata Bang Korlap sambil ngasih lihat amplopnya.

Kepada yunior, Bang Korlap cerita. Tiap hari Kamis, ada pembagian amplop usai acara diskusi. Tetapi, hanya anggota pressroom saja yang dapat jatah.

"Uang darimana bang itu ya," kata yunior.

"Ya lu kayak baru jadi wartawan aja lu ah," Bang Korlap menjawab sambil ngacir.

PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba tetap idealis.
Kamus Besar Wartawan Amplop

No comments: