Monday, August 20, 2018

Korlap 86 Pun Punya Stuntman Buat Ambil Jale

AKSI stuntman Presiden Joko Widodo ketika menunggangi sepeda motor menuju acara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8/2018), heboh. Pro dan kontra terjadi sampai beberapa hari lamanya.


Sorry sedikit tak nyambung dengan peristiwa itu. Hehehe. Aksi stuntman rupanya juga bisa terjadi di dunia perjalean.


Aksi ini dilakukan oleh salah seorang wartawan. Sebut saja namanya Bang Korlap. Jelang pemilu, biasalah di dunia Bang Korlap terjadi hujan "amplop." Maksudnya, mencari amplop berasa lebih mudah karena sebagian tokoh pengen nampang di media.


Wednesday, August 8, 2018

Sales Vs Editor Pro 86

INI cerita seorang sales di sebuah redaksi media online Zzttth.com. Dia sedang berusaha mendekati calon klien atau calon pemasang iklan di salah satu lembaga.

Melihat medianya menarik, calon klien itu mulai tertarik untuk kerjasama dengan sales. Tetapi, tim calon klien itu juga kreatif dengan mengirimkan materi-materi pemberitaan ke reporter atau editor di berbagai media dengan harapan bersedia memuatnya.

Sesampai ke tangan editor media Zzttth.com, materi kiriman lembaga tadi langsung dimuat karena ada jalenya. 

Cerita Redaktur Disaingi Reporternya

INI cerita seorang wartawan yang ditawari jadi redaktur oleh atasannya. Biasanya, reporter yang dapat kesempatan itu akan bangga sekali karena menjadi indikator kemampuan jurnalistik atau jejaringnya diakui redaksi.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi Bang Korlap ini. Dia sedih sekali karena tidak bisa menolak diangkat jadi redaktur.

Usut punya usut, ternyata sebabnya karena pendapatannya dari sektor jale sudah pasti berkurang. Kalau biasanya hampir dua hari sekali dapat pemasukan dari sana sewaktu masih liputan di lapangan, kini tidak bisa lagi karena dia harus menghabiskan lebih banyak waktu kerja di komputer kantor.

Yang membuatnya lebih sedih lagi. Area yang selama ini "basah," kini diambil alih oleh reporter yang baru menggantikannya. 

Friday, June 1, 2018

Cari Jale Era Digital

TAK hanya era new media, juga ada era new jale. Cara cari jale mengalami penyesuaian-penyesuaian seiring perkembangan teknologi.

Hal-hal yang di era media print dulu tertutup karena modus jale yang diterapkan oknum editor mudah terdeteksi oleh atasan, sekarang nyaris sulit ketahuan.

Contohnya yang dilakukan Bang Korlap ini. Dia bekerja di sebuah media online yang menerapkan secara ketat aturan main jurnalistik. Jadinya sulit untuk meloloskan berita-berita mengandung jale.

Jale Menggiurkan, Syaratnya Cuma Pakai Hyperlink

JALE pun mengikuti zaman. Di era digital, caranya  pun makin kreatif dan sulit terdeteksi kalangan awam

Seperti pengalaman  Bang Korlap  baru-baru ini. Dia dijapri sama seorang marketing lewat linkedin. Setelah basa-basi selesai, si marketing mengajak Bang Korlap kerjasama menaikkan artikel ke situs berita, sama-sama menguntungkan dan rahasia terjamin.

"Maksudnya begimana kakak," kata Bang Korlap. Rahasia bagaimana? Setahunya, jale itu gampang ketahuan sama atasan di redaksi.

"Bang Korlap kan sudah profesional nih ceritanya. Mosok belum tahu triknya sikkkk," kata marketing.