Tuesday, January 16, 2018

Bertemu Sisi Lain Filep Karma

LELAKI tua berewok datang dengan senyuman. Dia mengenakan kemeja dan celana mirip seragam aparatur sipil negara. Sepatunya besar berwarna biru. Tangannya memegang helm bergambar bendera Bintang Kejora. Yang mencolok lagi pin dan gambar topi loreng. Pin Bintang Kejora dipasang di dada sebelah kiri. Topinya bergambar bendera Timor Leste.

Saya sudah familiar dengan wajah lelaki tua itu. Pertamakali melihatnya dari foto yang diunggah pendiri Yayasan Pantau di blog Andreasharsono.net. Benar-benar tak menyangka,  siang itu bisa bertemu orang Biak ini secara langsung.

Monday, December 26, 2016

Jangkrik, Ketipu Aksi Wartawan Media CDMD.Cuk

Tragis benar nasib yang dialami salah satu organisasi. Cerita singkatnya terjadi usai aksi 4 November. Usai kena kasus karena aksi, eh, mereka jadi korban aksi kawan-kawan pecinta amplop.

Begini lho ceritanya. Usai kena kasus, organisasi itu berencana bikin acara jumpa pers. Tujuannya buat klarifikasilah, kira-kira begitu. Kemudian, diundanglah wartawan sebanyak-banyaknya ke kantor mereka.

Hampir semua grup WA wartawan dapat undangan. Wartawan segala golongan pun tahu. Sampai hari H, kantor organisasi tersebut penuh orang-orang yang memakai ID card wartawan.

Friday, December 16, 2016

Cerita Kawan Bang Korlap, Janjimu Harimaumu

Jangan suka menjanjikan sesuatu kepada narasumber. Janjimu adalah harimaumu. Kira-kira begitu kalau pengalaman seorang teman Bang Korlap diibaratkan.

Lha kok bisa. Bisa dong. Ini cerita sungguhan teman Bang Korlap sendiri kok. Dia cerita pas waktu naik bus.

Pada suatu hari, si teman itu ketemu seorang artis. Katakanlah artis yang namanya belum sohor. Ceritalah kak artis tadi bahwa beliau kepengen banget naik daun. 

Friday, August 26, 2016

Korlap Mukidi Memang Cerdas Cari Amplop

Banyak cara yang dipakai wartawan penyuka 86 untuk cari uang. Kalau kejar-kejar acara untuk dapatkan amplop itu sudah biasa, tapi yang dilakukan korlap bernama Mukidi ini lumayan cerdas.

Modus operandinya begini. Tiap hari dia baca koran, media online, dengar radio, dan nonton TV. Dia saring isu yang paling ramai dibahas media.

Setelah dapat ide, mulailah dia merancang rencana berikutnya. Dia akan meminta tokoh yang sedang ramai dibahas media untuk bicara: menangkis atau mengklarifikasi isu. Kemudian, dia menjanjikan suaranya dimuat di banyak media.

Geng 86 Gagal Temui Ketua Partai, Ajudan Pun Jadi

Acara-acara pertemuan yang diselenggarakan petinggi partai dengan mengundang media, biasanya diserbu wartawan amplop. Bagi mereka, acara macam ini pasti basah dalam tanda kutip.

Seperti yang terjadi sore itu di rumah salah satu petinggi partai.

Sekelompok orang yang memakai kalung pers duduk menggerombol di depan rumah. Mereka di sana sejak awal acara, sekali-sekali berdiri sambil menebar senyum kalau ada tamu rumah datang.