Sore tadi, Romo Hendra menelepon. Semula kupikir sekedar menanyakan kabar atau menyampaikan sesuatu yang bisa kubantu. Sebab, kami sudah lama sekali tidak bertemu. Dan, kami hanya berkomunikasi melalui telepon.
Dalam percakapan, Romo bertanya apakah rekening BCA yang pernah dibuatkannya sekira delapan tahun lalu sudah kututup. Sebab, kalau ditutup, aku yang rugi. Ruginya, untuk membuka rekening baru, aku mesti mengeluarkan Rp500 ribu.
Romo mengatakan, dirinya sudah lama sekali ingin menanyakan hal itu. Memastikan yang bukan menjadi persoalannya.
Kukatakan pada Romo bahwa semuanya masih aman.
Setelah selesai bercakap-cakap, aku baru sadar. Bagaimana mungkin Romo meneleponku hanya untuk menanyakan sesuatu yang sepele itu. Lama kupikir-pikir. Aku berpikiran, betapa obyektifnya pemikiran Romo. Dia begitu dalam memikirkan orang lain. Kritis sekali pada kemungkinan orang lain menjadi susah. Dan dia akan menanggung beban itu.
Friday, April 4, 2008
Bagaimana
Persoalanku sekarang adalah bagaimana menghargai waktu hari ini. Hari ini adalah hari depan. Jika hari ini tidak termanfaatkan dengan baik, maka hilang kesempatan yang mestinya kuperoleh hari depan.
Ini persoalan yang tidak mudah bagiku. Ini merupakan dasar perkembangan manusia.
Apakah hanya akan menjadi manusia yang sia-sia. Jawabannya adalah hari ini..
Ini persoalan yang tidak mudah bagiku. Ini merupakan dasar perkembangan manusia.
Apakah hanya akan menjadi manusia yang sia-sia. Jawabannya adalah hari ini..
Belajar
Sekarang tiap hari, tiap saat, aku bisa browsing di internet tanpa harus memikirkan biaya yang harus kukeluarkan untuk itu. Sebab, ini aku sudah bekerja di redaksi. Tiap kesempatan bisa digunakan membuka internet.
Dulu, ketika aku masih di Bekasi, tiap hari mesti mengeluarkan sedikitnya Rp25 ribu untuk membiayai aktivitas di warnet. Uang honorku tiap bulan sebagian besar kuhabiskan untuk itu. Lalu, apakah aku bisa mengambil pembelajaran dengan luang waktu di internet tiap hari...?
Dulu, ketika aku masih di Bekasi, tiap hari mesti mengeluarkan sedikitnya Rp25 ribu untuk membiayai aktivitas di warnet. Uang honorku tiap bulan sebagian besar kuhabiskan untuk itu. Lalu, apakah aku bisa mengambil pembelajaran dengan luang waktu di internet tiap hari...?
Memilih
Baru ganti kostum blog. Hmm.. untuk memilih layout kostum ternyata cukup sulit. Pertama karena banyak pilihan ditawarkan oleh penyedia laman. Kedua, memang tidak memiliki konsep akan bagaimana blog ini jadi, nantinya.
Diantara pilihan yang kuanggap sulit itu, aku harus memilih. Inilah pilihanku. Yang nampak sekarang ini.
Sebenarnya kalau memikirkannya, mestinya perusalan utamanya bukan perwajahan blog, melainkan bagaimana kerja keras untuk mengisi dengan kreativitas yang membawa kebaikan.
Diantara pilihan yang kuanggap sulit itu, aku harus memilih. Inilah pilihanku. Yang nampak sekarang ini.
Sebenarnya kalau memikirkannya, mestinya perusalan utamanya bukan perwajahan blog, melainkan bagaimana kerja keras untuk mengisi dengan kreativitas yang membawa kebaikan.