Wednesday, December 16, 2009

Kemana Komitmen Itu

Surahmat dan Pradnya Paramitha adalah orang yang sebenarnya masih ingin mengenal kepribadian masing-masing. Tapi entah apa yang mendasarinya kemudian dua manusia ini berkomitmen untuk menikah dalam waktu dekat. Kupikir yang mereka lakukan ini terlalu terburu-buru.

Surahmat adalah temanku. Dia pengusaha percetakan. Sedangkan Paramitha juga temanku seorang pramugari maskapai Air Asia yang belum lama ini pensiun dari pekerjaan.

Dalam perjalanannya kedua orang ini memang saling berbahagia pada awal-awal berelasi. Tetapi proses berikutnya masalah-masalah bermunculan di antara Surahmat dan Paramitha. Dan mereka agaknya kurang matang dalam mengelola semua persoalan sehingga mengganggu keharmonisan.

Hal-hal yang seharusnya tidak perlu menjadi masalah justru makin berkembang menjadi persoalan serius. Misalnya soal teman-teman mereka di facebook. Kecemburuan membikin bangunan hubungan kedua manusia ini pelan-pelan runtuh. Hampir setiap waktu mereka saling mencurigai. Saling tidak mempercayai.

Situasi ini kemudian membawa mereka pada kritisnya jalinan kisah cinta mereka. Pertengkar demi pertengkaran sering terjadi. Belakangan Surahmat tidak mau lagi berakomunikasi. Hari berikutnya gantian Paramitha yang membalas tidak mau berkomunikasi. Dan seterusnya begitu.

Aku sebagai teman mereka dapat memahami situasinya. Mungkin karena aku tidak terlibat secara langsung dalam pergulatan bathin kedua temanku ini, sehingga aku bisa bersikap netral dan mampu melihat secara agak menyeluruh terhadap problem mereka.

Paramitha adalah pencemburu. Sikap ini ingin dia tunjukkan untuk menjelaskan betapa besar keinginan untuk memiliki Surahmat. Dia ingin secara total menguasai pasangannya. Perasaan semacam ini tanpa disadarinya telah melupakan bahwa Surahmat memiliki kebebasan pribadi.

Paramitha kurang mampu menyadari soal kebebasan orang lain. Dia berpikir bahwa yang namanya berpacaran adalah melegalkan keinginan menguasai. Dia tidak mampu melampauinya sehingga terjebak pada kesempitan berpikir dalam menafsirkan makna cinta. Yakni memahami dan membebaskan.

Hal kecil, misalnya Surahmat tidak mengangkat telepon, ini bisa membuat emosi Paramitha meledak. Hal yang patut disayangkan karena sama saja tidak menghormati sebuah hubungan yang sudah terjalin lama. Mengapa harus marah. Coba dia menggunakan sudut pandang lain, seperti oh mungkin saja Surahmat sedang sibuk. Dan aku harus memahaminya.

Coba itu juga dikerjakan, walaupun memang berat untuk situasi Paramitha yang mungkin saja waktu itu sangat menginginkan kehadiran Surahmat, tentu saja hal-hal semacam ini bisa membuat bertahannya keharmonisan. Aku tidak bermaksud menyalahkan Paramitha karena dilain kesempatanpun sebenarnya Surahmat sering bersikap semacam itu.

Singkat cerita hubungan mereka benar-benar berada dalam jurang. Belakangan Surahmat tidak mempercayai Paramitha. Dan sebaliknya juga demikian. Paramitha makin sempit. Dia hidup dalam kecurigaan yang ujung-ujungnya dia sendiri yang tersiksa karena posisinya sangat menginginkan Surahmat berada dalam kekuasaannya.

Pekan lalu Amanda, teman baik Paramitha menghubungiku untuk memberitahu kalau Paramitha koma setelah alergi sinar mataharinya kambuh. Pada waktu itu Paramitha dirawat di salah satu rumah sakit di Semarang. Dia bilang Paramitha sempat tidak bernafas selama lima menitan.

Tidak lama kemudian, dia diterbangkan ke Kuala Lumpur untuk berobat. Selama pengobatan, kondisi kesehatannya menunjukkan perkembangan positif sehingga dia bisa meneleponku untuk bercerita tentang perasaan-perasaannya. Dia ingin agar aku menjelaskan kondisinya kepada Surahmat yang sama sekali tidak percaya kalau dia sakit.

Kuceritakan kepada Surahmat dan ternyata dia sama sekali tidak percaya. Dia merasa sedang dikerjai Paramitha. Intinya Surahmat merasa akan dikuasai dan dia menolak keras bahkan menganggap Paramitha sebagai orang yang punya kepribadian aneh.

Dia berpikir begitu karena merasa menemukan banyak indikasi dalam proses hubungan selama ini yang menjelaskan kalau Paramitha sedang merencanakan sesuatu yang intinya hanya ingin dimanjakan.

Tadi siang, Paramitha menelponku untuk mengatakan dia sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura karena kondisi kesehatan memburuk lagi. Dia menangis dan suaranya sangat lemah dan mengeluh tidak punya semangat hidup. Kukatakan kepadanya tugasnya sekarang ini adalah istirahat, berdoa dan memupuk semangat.

Lupakan semua persoalan dengan menyadari bahwa perhatian teman-temannya jauh lebih berharga daripada persoalan dengan Surahmat. Jangan merasa kehidupan ini menjadi tiada arti hanya karena ada satu orang yang tidak percaya kita. Kukatakan hidup kita ada di tangan kita setelah tangan tuhan.

Beberapa puluh menit kemudian, Amanda meneleponku dari Denpasar untuk memberitahu bahwa Paramitha meninggal dunia di Singapura. Ya ampun. Setelah itu kuberitahukan kepada Surahmat dan dia tidak percaya dengan mengatakan ini cuma kerjaan iseng yang bertujuan cari perhatian. Bahkan dia bilang Paramitha telah menipunya dengan menceritakan latar belakang keluarga yang fiktif.

Aku tidak ingin terlibat pada persoalan kedua manusia ini. Aku hanya berpikir dimanakah sebenarnya letak cinta yang telah mereka bangun. Betulkah Surahmat sangat benci Paramitha. Dan sebenarnya apa yang mendasari dan apa yang terlintas dalam pikiran Surahmat ketika bersedia berkomitmen untuk hidup dengan jalan menikah dengan Paramitha.

Itulah kisah perjalanan Surahmat dan Paramitha. Tragis. Komitmen untuk menikah yang telah mereka bicarakan kandas karena dalam prosesnya mereka tidak bekerja keras untuk membuang ego.

4 comments:

GaL said...

Tadi lo bilang 'temen lo meninggal diawali alergi matahari' aja gue uda nulis sesuatu.

apalagih setelah tau di belakangnya ada cerita seperti ini???wew...

Manusia...manusia... :) *ga mo byk komen

S I S W A N T O said...

mengerikan

Anonymous said...

Kisah cinta Edward, Sang Vampir tampan dengan Bella Swan sangat menyentuh. Karena mereka berdua rela mengorbankan diri mereka demi pasangannya masing2. Edward rela meninggalkan Bella meskipun dia sangat terluka. Namun hal itu dia lakukan supaya Bella tetap selamat dan hidup sebab Edward dan keluarganya akan diserang oleh vampir2 lain.

Bella juga mengorbankan dirinya menjadi vampir supaya bisa bersama dan melindungi Edward selamanya. Padahal hidup menjadi vampir itu sangat tersiksa, dia harus menahan diri dari meminum darah manusia padahal dia pasti sangat haus darah. Tapi demi cintanya kepada Edward, dia memilih menjadi vampir yang hidupnya tidak normal.

Tapi ada hal yang kurang baik dalam kisah cinta tersebut yakni keinginan Edward untuk bunuh diri saat dia pikir Bella meninggal. Hal itu menunjukkan cinta Edward yang buta. Padahal seharusnya cinta itu menguatkan, bukan membutakan dan merapuhkan jiwa.

Tapi keinginan Edward dan Bella untuk saling membahagiakan pasangannya meskipun mungkin mereka sendiri tak bahagia patut dicontoh. Anyway ONLY VAMPIRE CAN LOVE YOU FOREVER...Sebab manusia bisa mati dan vampir itu hidup dalam keabadian yang menyiksa.

Athena, 22 December

Anonymous said...

Kisah cinta Edward, Sang Vampir tampan dengan Bella Swan sangat menyentuh. Karena mereka berdua rela mengorbankan diri mereka demi pasangannya masing2. Edward rela meninggalkan Bella meskipun dia sangat terluka. Namun hal itu dia lakukan supaya Bella tetap selamat dan hidup sebab Edward dan keluarganya akan diserang oleh vampir2 lain.

Bella juga mengorbankan dirinya menjadi vampir supaya bisa bersama dan melindungi Edward selamanya. Padahal hidup menjadi vampir itu sangat tersiksa, dia harus menahan diri dari meminum darah manusia padahal dia pasti sangat haus darah. Tapi demi cintanya kepada Edward, dia memilih menjadi vampir yang hidupnya tidak normal.

Tapi ada hal yang kurang baik dalam kisah cinta tersebut yakni keinginan Edward untuk bunuh diri saat dia pikir Bella meninggal. Hal itu menunjukkan cinta Edward yang buta. Padahal seharusnya cinta itu menguatkan, bukan membutakan dan merapuhkan jiwa.

Tapi keinginan Edward dan Bella untuk saling membahagiakan pasangannya meskipun mungkin mereka sendiri tak bahagia patut dicontoh. Anyway ONLY VAMPIRE CAN LOVE YOU FOREVER...Sebab manusia bisa mati dan vampir itu hidup dalam keabadian yang menyiksa.

META CANTIQUE , 22 December