SEORANG humas pemerintah daerah bercerita. Suatu hari berlangsunglah acara di kompleks pemda yang dihadiri oleh bupati. Acaranya sangat ramai, termasuk wartawan yang datang.
Siang hari, selesailah acara itu. Selesai acara, ada wartawan yang mendatangi si humas. Kemudian humas bilang kepada wartawan itu bahwa dia tidak ingin menghormati kode etik wartawan dengan tidak memberi amplop.
Mendengar, wartawan yang selama ini dikenal wartawan amplop itu pun kecewa berat. Lantas, ia mengejar bupati yang baru akan meninggalkan lokasi. Entah apa yang dibicarakannya. Tetapi, tiba-tiba si humas ditelepon si bupati. “Cepatlah, cepat selesaikan,” kata bupati kepada humas.
Tak lama kemudian, humas pun mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk diberikan kepada si wartawan tadi. Setelah menerimanya, wartawan bergegas pergi.
Tapi, sial bagi si wartawan. Saat mau pergi, ternyata sepeda motornya mogok.
PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral
di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita
lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba
tetap idealis.
Kamus Besar Wartawan Amplop
4 comments:
salam kenal aja ,,,,,,,
cerita yg menarik :)
siap. thanks bro semua :)
bagus artikelnya gan
Post a Comment