Thursday, November 18, 2010

Korlap Amplop: Ini Eranya Main Saham

PERTENGAHAN November 2010 ini dunia pers Tanah Air ramai-ramai memberitakan pernyataan Dewan Pers yang menerima laporan adanya sejumlah wartawan yang diduga minta jatah saham perdana perusahaan baja raksasa.

Menurut laporan yang diterima dewan pers, para wartawan itu minta kemudahan-kemudahan mendapatkan banyak saham.

Kasus ini makin heboh ketika dewan pers dan komunitas jurnalis turun. Sambil diselidiki, sebagian bos media tempat para wartawan itu bekerja membantah keras informasi itu. Tapi, belakangan, di antara wartawan itu mundur dari tempatnya kerja.

Sebetulnya, kalau dirunut-runut ke belakang, kasus kenakalan wartawan model itu sama sekali tidak mengejutkan. (baca: Si 86 Main Saham) Soalnya, banyak kasus yang lebih mengerikan lagi terjadi di sekitar kita.

Mungkin, yang membikin ramai kasus terakhir ini ialah karena faktor reputasi perusahaannya saja. Kebetulan perusahaan yang kabarnya diminta sahamnya oleh beberapa wartawan itu, belakangan memang selalu jadi berita favorit di media. Mungkin juga ada motivasi terselubung lainnya di balik gencarnya pemberitaan itu.

Nah, di antara ramai-ramai pemberitaan, sejak kasus saham ini mencuat, ada wartawan senior yang menjadikan kasus ini sebagai suatu lelucon di antara teman-temannya. Kata si senior, sekarang ini bukan lagi zamannya wartawan nakal main di kelas amplop. Resikonya besar, tapi hasilnya kecil.

Main amplop sudah kuno. Sudah ketinggalan jaman. Kalau masih ada wartawan yang nggragas terhadap amplop, katanya, itu pertanda si wartawan ini benar-benar masih katrok.

Katanya dengan nada bercanda, belum bisa disebut wartawan keren bila yang bersangkutan tidak mampu main di kelas saham. Ini era kenakalan modern, cuy! Amplop, sorry deh yach!

2 comments:

ReBorn said...

waduh, beruntung banget tuh kalo punya saham di krakatau steel. tapi katanya sahamnya udah abis? kok bisa dapet ya?

criminallanguagelab said...

hihihihi...
gimana lagi...
dapet amplop salah...
nggak dapet amplop, dikasih kertas, salah juga...
hihihihi....