Tuesday, August 21, 2018

Ogah Bikin Berita Gara-gara Gak Jelas

DENGAN langkah tegap, wartawan muda ini datang ke acara deklarasi politik. Terik mata hari tak dirasakannya. Dalam hatinya, acara semacam ini tentu ada amplopnya, seperti kata para seniornya.

Acara pun berlangsung tak lama setelah beliau tiba. Sejam kemudian, acara selesai. Matanya menatap ke sana kemari. Lalu, jalan ke sana dan ke sini berharap-harap panitia memanggilnya.

Sampai berkeringat, tidak ada yang memanggilnya.


"Tit, tit, tit, tit," telepon seluler di sakunya berbunyi.

"Halo cuk, laporan mana, ini acara lagi jadi trending topic nih, segera dibuat ya," kata redakturnya di ujung telepon.

"Oke siap," kata wartawan muda.

Akhirnya dia putus asa dan berkesimpulan acara tadi kering alias tak jelas. Redaktur meneleponnya lagi untuk menagih laporan.

"Malas gua nih buatnya. Gak jelas nih acara," katanya kepada redaktur. Setelah itu, telepon ditutup.

Tak berapa kemudian, si wartawan muda membuka website media tempatnya bekerja. Maksud hati mau cari-cari info agenda acara politik yang lain.

"Bujubuneng, lah, ini kok ada beritanya, padahal gua gak bikin," katanya dalam hati. 

Lalu, dia telepon redakturnya. Dia curiga jangan-jangan acara tadi sudah diamankan redaktur. 

Redaktur cuma bisa ketawa ngakak. Dan itu sudah membuat wartawan muda makin geregetan.

"Gua ambil dari kantor berita itu media, cuk. Itu isunya bagus soalnya, main tuduh aja lu," katanya.

Cerita ini pun jadi bahan ketawaan seisi redaksi.



PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba tetap idealis.











No comments: