Saturday, January 21, 2012

7 Jurnalis Raih Penghargaan Apresiasi Jurnalis Jakarta 2011

(pwi-sulsel.blogspot.com)
ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Jakarta telah memilih tujuh karya terbaik tahun 2011, pada hari ini, Sabtu, 21 Januari 2012 di Hotel Santika, Slipi, Jakarta. Penghargaan yang diberi nama Apresiasi  Jurnalis Jakarta (AJJ) 2011 sebagai upaya mengapresiasi dan memotivasi  para jurnalis menghasilkan karya yang berstandar tinggi, orisinal dan  berdampak bagi khalayak luas.

Dari kategori feature/in depth reporting, pemenangnya adalah karya Ahmad Arief (KOMPAS) berjudul “Toba Mengubah Dunia.” Sedangkan untuk kategori investigasi untuk media cetak, pemenangnya adalah karya Wahyu Dhyatmika (TEMPO) berjudul “Asuransi Hampa Pahlawan Devisa.”

Untuk kategori feature/in depth reporting media televisi adalah karya Widyaningsih (KOMPAS TV) berjudul,”Terkepung Asap Polusi.” Sedangkan untuk kategori investigasi media televisi adalah karya Agung Prasetyo (MNC TV) bertajuk, “Semprotan Racun Kimia di Ikan Asin.”

Untuk pemenang kategori feature/in depth reporting di media radio adalah karya Irvan Imamsyah (KBR 68H) berjudul,”Menelusuri Penyerang Cikeusik.” Sedangkan untuk kategori photo story adalah karya Aditia Noviansyah (Koran TEMPO) berjudul, ”Tidur di Jakarta” dan kategori photo single adalah karya M. Agung Rajasa berjudul “Razia PMKS.”

Para pemenang ini telah menyisihkan puluhan karya jurnalistik yang tersaring masuk ke meja panitia. Dari televisi sebanyak 22 karya, radio sebanyak 26 karya, media cetak/online sebanyak 10 karya dan foto sebanyak 46 karya.

Para pemenang dari setiap kategori, berhak atas sebuah ponsel pintar dan piagam penghargaan dari AJI Jakarta. ”Kami berharap pemilihan ini dapat memicu para jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang bermutu,” kata Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika.

Dewan juri penghargaan ini adalah Riza Primadi, Salomo Simanungkalit, Heru Hendratmoko, Farid Gaban, Kemal Jufri dan Rommy Fibri. Para dewan juri ini memilih setiap karya secara obyektif tanpa mengetahui identitas jurnalis dan medianya.

“Foto essay “Tidur di Jakarta” menurut pendapat saya adalah sebuah karya foto essay yang berangkat dari sebuah tema yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari warga kota Jakarta namun dieksekusi dengan pendekatan dan konsep yang kreatif, orisinil, cerdas dan jenaka. Hal tersebut didukung oleh komposisi yang apik serta kejelian dalam memilih momen,” kata Kemal Jufri.

Penghargaan ini diberikan dalam acara “Kumpul Jurnalis untuk Kebebasan Pers”. Lomba ini rutin diadakan AJI Jakarta setiap tahunnya untuk memacu jurnalis menghasilkan karya yang berbobot tinggi.

4 comments:

Stupid monkey said...

pasti bangga ya, mendapatkan penghargaan seperti itu, kalau blogger kapan ya, hehe ;)

Siswanto said...

hehhe.. kanbloggerjuga sering gan dapat award

Teddy Rumengan said...

Mantap....

Salam dari AJI Kota Balikpapan

Teddy

Siswanto said...

makasih bang Teddy. Mantap. Salam buat teman-teman ya. Main2lah ke Jakarta