Monday, January 9, 2012

HIV, Ini Dia Cara Remaja Yogya Menanganinya

BARU-BARU ini, perhatian kita, khususnya para orang tua, disedot oleh pemberitaan mengenai ditemukannya kasus HIV dari kalangan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). HIV?  Ternyata ini masuk akal, walau tentu banyak yang tidak mempercayai dan bertanya. Bagaimana mungkin teman-teman pelajar itu melakukan hal-hal yang berisiko tertular HIV, kan mereka tinggal di Yogya, Kota Pelajar?

Tunggu dulu. Tinggal di Kota Pelajar ternyata belum tentu menjadi jaminan untuk sulit mengakses seks bebas ataupun narkoba.  Dan seks bebas serta narkoba yang tidak aman itulah faktor penyebab penyebaran HIV. Tidak aman? Maksudnya? Maksudnya begini. Misalnya kita melakukan hubungan seks tidak memakai kondom dengan pasangan yang ternyata pasangan kita ini Orang Dengan HIV (ODHIV). Atau kita menggunakan jarum suntik secara berjamaah dengan teman-teman untuk mengonsumsi narkoba yang ternyata jarumnya telah terinfeksi HIV. Biasanya ini dilakukan karena tidak tahu.

Jadi, tinggal di Kota Pelajar bukanlah jaminan bagi para mahasiswa, khususnya yang suka ikut-ikutan aktivitas negatif, tidak mengakses atau tergiur pada aktivitas berisiko tinggi tertular HIV.  Itu dibenarkan oleh  Public Relations (PR) Leadership Community of Djogja (LCD), Fadel Fahriza. LCD merupakan komunitas Pelajar dan Mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kasus HIV/AIDS, khususnya di DIY.

“Tahu sendiri kehidupan mahasiswa (sebagian) di Yogya. Bebas banget,” kata Fadel kepada singkatcerita.blogspot.com.

fadelplus.blogspot.com
Bahkan, Direktur Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Sulawesi Selatan, Rachmat Rahim, sampai mengimbau pelajar atau mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang bersekolah di Yogyakarta untuk menghindari aktivitas berisiko, seperti penggunaan narkoba jarum suntik (IDU), heteroseksual, Lelaki Seks Lainnya (LSL). “Belajarlah dengan baik sesuai tujuan awalnya,” kata Rachmat beberapa waktu lalu.

Orang tua mahasiswa juga tak lupa diingatkan Rachmat untuk senantiasa mengontrol anak-anaknya yang sedang kuliah di Yogyakarta.

Nah, berangkat dari keprihatinan terhadap permasalahan tersebut di atas, maka kemudian  teman-teman LCD dan CD Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta bakal menyelenggarakan seminar tentang Remaja dan HIV/AIDS. Rencananya event ini berlangsung sekitar Juni-Juli 2012 ini di Auditorium RS Bethesda Jalan  Jendral Sudirman 70, Yogyakarta. Pembicaranya adalah para pakar pendidikan tentang HIV/AIDS serta seks.

Peserta yang akan diundang dalam program edukasi penanggulangan penyebaran HIV/AIDS ini adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tujuannya agar mereka lebih memahami akan proses penularan HIV/AIDS. Yang lebih penting lagi, teman-teman pelajar dan mahasiswa menjauhi aktivitas berisiko tinggi tertular HIV. Selain itu, agar mereka menjadi paham akan kesehatan reproduksinya.

“Kan, sekarang kasus HIV baru kebanyakan dari seks bebas. Makanya sebelum remaja mencobanya harus tahu resikonya,” tutur Fadel.

Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DIY juga mengapresiasi aksi yang digagas teman-teman LCD dan CD RS Bethesda. "Pendidikan HIV/AIDS harus disampaikan sejak usia dini. Demi mencegah perilaku seks bebas di kalangan remaja," kata Sekretaris KPAP DIY Riswanto.

Bahkan, tahun 2012 ini, KPAP DIY pun akan menggiatkan kampanye penanggulangan HIV/AIDS. Khususnya di kalangan usia produktif.  Sebab, menurut data akumulatif kasus HIV/AIDS yang ditemukan semenjak 1993 sampai tahun 2011, dari sebanyak 1.390 kasus, 88 persen di antaranya dari kalangan usia produktif. 53 persen lagi usia antara 20-29 tahun, dan 35 persen adalah  usia 30-39 tahun.

"Pemerintah akan mengintensifkan sosialisasi HIV /AIDS melalui kurikulum dan ekstrakurikuler bagi pelajar," ujarnya.

Tidak hanya untuk pelajar, edukasi tentang HIV/AIDS juga akan menyasar kalangan TNI/Polri.  Dikatakan Riswanto, sebanyak  lima ribu buku saku mengenai ancaman dan bahaya HIV/AIDS telah disiapkan untuk mendukung kampanye.

Nah demikian teman-teman. Semoga apa yang dilakukan teman-teman LCD dan CD RS Bethesda serta semua jaringan edukasi HIV/AIDS di Yogyakarta berhasil. Ingin gabung di fanpage teman-teman LCD? Ini dia facebook LCD.

Bacaan penting lainnya:
Kisara, Cara Remaja Bali Peduli Sesama
Dimana Layanan HIV/AIDS Jakarta?
Jaminan Kerja, Angin Surga Bagi ODHIV
10 Juta Pria 'Jajan' Tak Pakai Kondom 
Mitos Keliru Tentang HIV
Stop HIV, Dibutuhkan Tangan Media
Yakin Tahu HIV?
Resep Ngeblog Anti HIV Bapak Blogger Indonesia
Bila 3,2 Juta Blogger Turun Tangan Cegah HIV
Djenar: Teman-teman ODHIV Penulis Hebat
Oz Awards Indonesian Bloggers For AIDS Awareness
Siapa Tiga Penulis Pilihan AusAID

6 comments:

Fadel Fahriza said...

makasih bro udah ngiklankan LCD n CD RS Bethesda..moga bermanfaat.....

Siswanto said...

Sama-sama del. Semoga membantu informasi untuk edukasi teman-teman :)

Galuh Pramono said...

Kayanya mas Sis minta direkrut nih del ke Jogja Del... :))

Siswanto said...

Ini bukti udah direkrut Luh. hehe.. bantu mendukung PR LCD :)

Outbound Malang said...

wah, manteb gan
lanjutkan, edukasi ini juga sangat penting. ga cuma di jogja aja, semoga bisa keman2 juga..
salam persahabatan..
ditunggu kunjungan baliknya ya gan
happy blogging :)

Fadel Fahriza said...

hehehe...boleh direkomendasikan neh...