BANG korlap lagi puyeng. Berita yang ditulisnya tak kunjung terbit di media tempatnya bekerja. Padahal, dia sudah mengambil amplop dari panitia acara.
Yang membuatnya tambah pusing ialah panitia sudah beberapa kali menelpon dirinya. Menanyakan mana dan kapan berita tentang acara sunatan massal yang diselenggarakan perusahaan X terbit.
"Bang, mana beritanya, aku cek di media abang kok gak ada yah," kata panitia.
"Aduh kak, aku juga bingung nih. Padahal, aku sudah menulis dua berita dan sudah kukirim. Tugas naikin berita, kan redaktur kak," kata Bang Korlap.
Sunday, October 13, 2013
Redaktur Pun Tahu Mana Berita Wangi dan Tidak
Wednesday, October 9, 2013
Foto Mau Ditarik, Ada Amplopnya Tidak?
MALAM itu Bang Korlap datang ke redaksi. Tak biasanya seperti itu. Endingnya, ternyata dia ingin curhat dengan rekannya.
Bang Korlap bercerita tentang kelakuan salah satu sobat yang menjabat redaktur foto di media A. Katanya, si sobat sering main sendirian alias tidak ngajak-ajak. Misalnya begini, misalnya ada redaktur foto media B yang ingin menggunakan foto dari media A. Kebetulan dua media ini saling bekerjasama satu sama lainnya.
Foto yang akan digunakan (diterbitkan) oleh media B adalah foto tentang acara peluncuran prodak (product) atau acara suatu peresmian proyek pembangunan. Sudah jadi pengetahuan umum di sebagian wartawan, berita atau foto semacam itu, terkadang mengandung amplop.
Bang Korlap bercerita tentang kelakuan salah satu sobat yang menjabat redaktur foto di media A. Katanya, si sobat sering main sendirian alias tidak ngajak-ajak. Misalnya begini, misalnya ada redaktur foto media B yang ingin menggunakan foto dari media A. Kebetulan dua media ini saling bekerjasama satu sama lainnya.
Foto yang akan digunakan (diterbitkan) oleh media B adalah foto tentang acara peluncuran prodak (product) atau acara suatu peresmian proyek pembangunan. Sudah jadi pengetahuan umum di sebagian wartawan, berita atau foto semacam itu, terkadang mengandung amplop.
Tuesday, October 8, 2013
Tak Hoki, Bang Korlap 86 Sebel Bukan Main
CERITA kali ini tentang Bang Korlap dan doorprize. Waktu itu, ia begitu bersemangat menghadiri undangan apresiasi terhadap para jurnalis yang biasa meliput acara-acara yang diselenggarakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi.
Salah satu acara yang paling ia senangi ialah undian doorprize. Menurut keterangan humas perusahaan, ada hadiah-hadiah menarik yang disediakan. Kemudian, iseng-iseng, Bang Korlap bertanya kepada humas tentang jenis hadiah yang akan dibagikan.
Salah satu acara yang paling ia senangi ialah undian doorprize. Menurut keterangan humas perusahaan, ada hadiah-hadiah menarik yang disediakan. Kemudian, iseng-iseng, Bang Korlap bertanya kepada humas tentang jenis hadiah yang akan dibagikan.
Sunday, October 6, 2013
Bagi-bagi Amplopnya di Alfamart
HARI itu ada undangan ke beberapa wartawan untuk menghadiri acara konferensi pers di sebuah kafe. Sesuai rencana, wartawan yang diundang secara resmi oleh humas itu pun datang semua, termasuk Bang Korlap.
Acaranya cukup menarik. Narasumbernya pun berbobot. Singkat cerita, acara konferensi pers itu pun dimulai.
Tapi ada satu hal yang membikin humas acara tersebut stres. Ternyata, wartawan yang datang ke konferensi pers banyak sekali. Tiga kali lipat dari jumlah yang diundang.
Thursday, October 3, 2013
Uang Amplop Ditabung Buat Beli Motor
MENABUNG pangkal kaya. Prinsip itulah yang selalu tertanam di hati wartawan satu ini. Soalnya, ia ingin sekali memiliki sepeda motor baru. Bajaj.
Setiap kali mendapatkan uang amplop dari narasumber, wartawan ini langsung menyimpannya di rekening khusus. Tak seperti teman-temannya yang langsung menghabiskan uang amplop.
Hebatnya, ia punya rekening khusus untuk menyimpan uang amplop. Setahun lamanya, dia menabung.
Setiap kali mendapatkan uang amplop dari narasumber, wartawan ini langsung menyimpannya di rekening khusus. Tak seperti teman-temannya yang langsung menghabiskan uang amplop.
Hebatnya, ia punya rekening khusus untuk menyimpan uang amplop. Setahun lamanya, dia menabung.