Wednesday, October 28, 2009

Bingung Menerima Roti Atau Tidak

Aku dibesarkan di keluarga muslim, kejawen, kristen, dan katolik. Dan aku tidak pernah serius mempelajari salah satu agama-agama itu. Tapi karena waktu kecil aku tinggal sama nenekku yang agak Islam, maka aku juga agak tahu tentang agama ini dibandingkan yang lainnya. Maka orang menganggapku muslim.

Pada suatu hari aku diundang frater Yan ke Jogja. Dia akan ditahbiskan jadi imam katholik atau pastur. Tapi sebelum ke acara itu, aku ikut teman-temanku yang semuanya katholik ke gereja untuk ibadah Minggu pagi.

Karena mereka mengajakku yang seorang agak kemuslim-musliman ke gereja, maka kami duduknya berderet di kursi bagian belakang. Semua proses ibadah selesai. Setelah pastur selesai khotbah, tiba saatnya berkomuni. Aku tidak terlalu paham komuni.

Yang jelas pada waktu itu semua jamaah maju berderet untuk menerima roti dan pemberkatan pastur yang berdiri di depan. Aku ikut maju. Aku bingung sekali karena ini untuk pertama kalinya aku masuk gereja dan mengikuti proses semacam ini.

Semua orang di depanku selesai mengambil roti dan diberkati. Lalu tiba giliranku. Wadoh. Aku bingung karena tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi rasanya tidak mungkin aku mundur dan pergi di saat seperti itu.

Di hadapan pastur, beliau pasti menyangka aku akan menerima roti itu. Dia memberikan roti dan matanya melihatku dengan sangat teduh dan damai. “Maaf romo, terima kasih,” kataku sambil langsung berjalan mengikuti jemaah di depanku. Aku tidak bahagia betul karena malu.

Romo itu nampaknya agak bingung melihatku. Karena tadinya, aku hampir menerima roti itu, tapi tiba-tiba membatalkannya. Lalu aku kembali ke tempat duduk di belakang dan menceritakan pengalamanku kepada teman-temanku. Teman-teman menertawakanku dengan terpingkal-pingkal. "Tidak ikut komunipun, tidak apa-apa," kata temanku.

4 comments:

Anonymous said...

ayolah bro, putuskan agamamu.. bumi sudah hampir pecah nih.

Anonymous said...

beneran tuh sis... nyari apa sih kau.. hahahaha..

S I S W A N T O said...

mr or mrs Anonymous: belum dapat panggilan dan pencerahan... hehhe.. thanks yak..

Galuh Parantri said...

Pencerahan gak akan ada bila kamu gak menyibak tirai,dan membiarkan cahaya menerangi hatimu