Thursday, September 8, 2011

Korlap 86: Kiat Menggairahkan Content Blog

IBARAT memiliki kendaraan bermotor, bila tidak dirawat dengan baik, maka akan cepat rusak. Kalau sudah aus, tentunya tidak menarik lagi. Bukan hanya kurang menarik bagi kita sebagai pemilik, namun juga untuk orang lain di sekitar kita. Demikian halnya dengan blog.

Mempunyai blog idealnya kita mesti siap merawat dan mengelolanya. Menyayanginya sedemikian rupa supaya tetap hidup. Ceileeee….  Hidup dalam pengertian menarik dari sisi penampilan maupun content-nya. Kalau blog kita hidup, maka akan melahirkan semacam rasa kebanggaan, khususnya buat diri sendiri.

Bener lho, bukan hanya saya sendiri yang membuktikannya. Banyak teman yang hobi menulis di blog, baik yang bergabung di VIVAblog maupun di komunitas serupa lainnya, juga mengaku demikian. Bangga bukan main. Seperti telah kita ketahui, salah satu fungsi blog yakni mewadai ekspresi kreatif kita. Menulis sastra, sains, dan lain sebagainya.

Kembali ke perumpamaan sepeda motor tadi. Bayangkan saja, bila kendaraan kita amburadul alias tampil tidak semestinya, maka orang yang kebetulan berada di dekatnya saat lampu merah menyala, pasti akan buru-buru menjauh dan malas melihatnya. Jangan mimpi untuk mendapat pujian.

Tak hanya memunculkan kebanggaan saja, blog juga bisa mendatangkan uang. Saya kira soal ini sudah banyak di antara teman-teman blogger yang membahasnya. Coba saja bertanya ke eyang google tentang bagaimana berbisnis melalui blog, beliau pasti menyediakan jawabannya dengan panjang lebar. Hehehhe…

Seri tulisan ini, tidak akan membahas soal bisnis lewat blog. Soal itu sudah ada pakarnya. Tapi, tulisan ini lebih kepada berbagi pengalaman dengan teman-teman, baik yang telah memiliki blog maupun yang belum, khususnya mengenai bagaimana caranya agar kita tetap merasa bangga, merasa memiliki, dan bersemangat merawat blog yang telah kita buat ini.

Awal-awal mengelola blog, terus terang saja, saya sempat kehilangan arah.  Maksudnya begini. Semua hal saya posting. Apapun yang terpikirkan, saya masukkan. Puisi, cerpen, kata-kata mutiara, berita, siaran pers. Dan suatu saat, saya putus asa sendiri karena saya merasa kok isinya jadi tidak penting. Seperti cuma asal isi saja.  Tapi, pada saat itu, saya sendiri juga tidak tahu, topik apa yang bagus.

Tetapi lama-lama terbentuk sendiri arah blog ini. Itu terjadi secara tidak sengaja. Saya terbantu oleh pekerjaan saya yang wartawan. Dimana, profesi ini memiliki kode etik jurnalistik. Selama menjalani profesi kewartawanan, saya kok menemukan banyak cerita-cerita lucu dari wartawan yang tidak taat kode etik. Misalnya hobi mencari amplop dari narasumber. Caranya unik-unik.

Semula, saya tidak terlalu tertarik topik ini, walau begitu saya menulisnya terus. Kok dalam perjalanannya, tiba-tiba ada teman yang menganggap karya ini lucu. Besok-besoknya lagi, teman-teman makin banyak yang menyukai blog ini. Bahkan, ada pula yang menyumbang ide.

Mendapatkan respon seperti itu, saya jadi senang. Saya makin giat menulis, walaupun terkadang naik turun semangatnya. Tapi, saya telah menemukan arah blog saya ini. Saya mengkhususkan diri menuliskan hal-hal yang berbau aktivitas wartawan, amplop, atau kode 86. 

Bila saya kehabisan ide, terkadang saya mengajak teman-teman saya ngobrol tentang  pengalaman mereka di lapangan. Saya bertanya, ada kasus tentang amplop tidak. Kalau ada, saya buru-buru mencatatnya atau kalau teman saya kebetulan tinggal di kota lain, saya memintanya untuk mengirimkan ide cerita itu via email maupun facebook. Kemudian saya rangkai menjadi tulisan.

Sampai sekarang, tulisan di blog saya yang membahas soal kelucuan maupun kegetiran hidup wartawan dengan amplop di sekitarnya, ada lebih dari 130 cerita. Dan menariknya, saat ini, ada beberapa teman yang mendorong saya untuk membundel blog ini menjadi buku. Bahkan, ada di antaranya yang siap membantu saya untuk menerbitkannya.

Itu pengalaman saya dengan blog saya ini. Dengan tetap berpedoman pada satu topik cerita, saya merasa lebih bisa merawat blog. Walau demikian, bukan berarti blog yang memiliki banyak topik tidak bagus. Saya percaya, itu tetap bagus. Asalkan selalu terkelola dan isinya selalu diperbarui, tentunya dengan content yang baik serta tidak copas.

Dan saya yakin, apa yang saya lakukan tadi juga dilakukan oleh banyak teman blogger lainnya. Dan mungkin mereka jauh lebih kreatif dari saya. Nah, setelah saya tuliskan pengalaman saya, saya gantian ingin membaca pengalaman teman-teman yang dalam merawat blog. Yuk berbagi.  :)





12 comments:

ria haya said...

wah dah banyak juga ya cerita ttg amplopnya, jadi banyak pengetahuan nich saya berkunjung ke blog ini hehehe
blog-ku malah masih amburadul,semuanya ditulis, karena emang belum ketemu arahnya. moga kedepannya lebih baik lagi :)

Siswanto said...

xixixii suwun ri. km belakangan jarang posting ya ri?

ria haya said...

iya mas, belum sempet. Dan kalau sudah sempet, kadang dah ga mood lagi hehehe

Siswanto said...

hehheeh ikut2in blogmu ke lomba blog ri, biar cemangat

Fauzi Akbar said...

Mantep nih artikelnya :) Lanjutkan!

Siswanto said...

Siap lanjutkan, ndan. thanks ya bro.

Yudhi said...

Tetap semangat ya bro... semoga tulisan2 blognya makin bermanfaat :)

Siswanto said...

sama sama ya bro Yudhi... blogmu apa bro? thanks a lot

reef said...

mantab semangat ngebllog

Siswanto said...

mantap juge bro reef. mana link blogmu bro

asaz said...

ok gan semoga jd pemenag gan

Siswanto said...

siap Ndan.Ayo dukung perang melawan para penjahat copas blog di internet.. terutama mereka yang copas untuk cari duit...