Thursday, July 4, 2013

Wawancara Pengamat Wartawan 86

BARU-baru ini terjadi kasus wartawan media mingguan ditangkap polisi karena menyamar menjadi petugas pemerintah untuk minta uang kepada pemborong bangunan.

Kasusnya sih masih perdebatan. Wartawan itu bilang tidak minta uang, tapi diberi uang oleh pemborong sebagai jasa untuk memuluskan perizinan. Tapi, ada yang bilang, wartawannya memang sengaja minta uang karena tahu proyek itu belum punya izin membangun.
Ilustrasi uang | Foto: Kompas/Heru Sri Kumoro

Kira-kira bagaimana pendapat pengamat wartawan amplop, Si Lae, atas kasus wartawan di atas?

"Itu wartawan abal-abal itu. Juga akibat kebablasan kemerdekaan pers," kata Si Lae.

Kok dikaitkan dengan kemerdekaan pers yang kebablasan?

Kata Si Lae, karena adanya kebebasan pers, maka semua orang bisa bikin media.

"Akibat SIUPP dihapuskan. Akhirnya semua orang gampang bikin koran, jadi pemimpin perusahaan,  jadi pemred. Hehe," kata Si Lae.

"Cuma modal CV minjam, duit modal pertama Rp.10 juta, sudah bisa bikin koran. Ke sononya buat biaya cetak, uang darimana kalau nggak merasin pejabat," Si Lae menambahkan.

Dengan kata lain, orang gampang bisa menjadi pemimpin media, walaupun mereka tak bisa menjamin mampu menggaji wartawannya. Akibatnya, wartawan cari uang sendiri-sendiri. Seperti kasus wartawan di atas.

Tapi, kata Si Lae, sesungguhnya media bermodal kuat pun tak menjamin wartawannya kemudian bisa hidup sejahtera, minimal layak, sehingga tidak nakal di lapangan. Buktinya, ada tuh media besar yang memperkerjakan wartawan tanpa gaji, tapi dengan honor per berita. Nilainya pun sak uprit. Ada tuh, wartawan media besar yang main jale juga.

"Apalah lagi macam media yang kadang terbit, kadang tidak terbit itu. hehehe," kata Si Lae. "Yang medianya jelas saja, ada wartawannya masih suka tipu-tipu."

"Kalau nggak gitu cukup sih, bro, gaji perbulan rata-rata di bawah standar," Si Lae menambahkan lagi.

HIKMAH:  "Disyukurin saja bro. Sekiranya bertolak belakang, cari kerjaan lain, tinggalkan dunia 86 yang penuh dengan kemunafikan," kata Si Lae. 

PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba tetap idealis.
Kamus Besar Wartawan Amplop

No comments: