Monday, October 14, 2013

Isi Amplop Cuma Rp200 Ribu Saja Aturannya Berat

BAGI Bang Korlap, tak biasanya si wartawan dari media XX ini mau berbagi informasi tentang acara  liputan. Apalagi, acaranya acara yang mengandung jale alias 86 alias amplop.

Tapi hari itu benar-benar beda. Wartawan XX bilang kepada Bang Korlap, acara itu jelas. Isi amplopnya berisi sekitar dua tiang. Cihuiiii.

Senanglah hati Bang Korlap, mana minggu itu keuangannya pun sedang sekarat. Sesuai arahan wartawan XX, Bang Korlap pun segera menelepun panitia acara seminar sebelum datang.

"Bos, aku dari media A ingin meliput acara seminar. Mohon info TKP nya," kira-kira begitu kata Bang Korlap kepada panitia acara.

Panitia acara pun senang karena ada media keren yang bersedia meliput. Mantap. Karena isi acaranya akan tersebar luas.

"Oke sip Bang Korlap. Terima kasih atas perhatiannya. TKP-nya deket gedung. Pinggir jalan. Nanti abang bisa langsung naekin beritanya kan ya. Supaya bisa langsung kita eksekusi di tempat," kata panitia.

Maksudnya eksekusi di tempat ialah amplopnya bisa langsung diserahkan ke Bang Korlap setelah beritanya terbit. Maklum, biasanya panitia rugi, amplop diserahkan duluan, ternyata berita kagak terbit. Maka, sekarang berita mesti terbit dulu baru amplop dibagi.

Apa respon Bang Korlap.

"Wah bos, kalo maunya seperti itu, berita langsung terbit, aku gak bisa jamin. Yang punya kuasa nerbitin berita kan redaktur. Tugas reporter cuma liputan dan nulis. Kalau begitu kagak jadi ngliput dah bos," kata Bang Korlap.
 
Setelah itu telepon ditutup.

Bang Korlap pun cari acara yang lain lagi untuk diliput. Ia tidak mau lagi meliput acara yang panitianya kebanyakan aturan.

"Wong, amplop isi dua tiang saja, kok, minta syarat macam-macam. Kecuali mau ngasih tiga karung," kata Bang Korlap dalam hati. :D


PENGUMUMAN-PENGUMUMAN!
Klik kategori Etika dan Moral di bar sebelah kanan blog. Di sana ada kumpulan cerita-cerita lucu seputar wartawan amplop, bodrek, juga wartawan yang mencoba tetap idealis.
Kamus Besar Wartawan Amplop

2 comments:

fitri ramadhani said...

wkkkkk...dapet dari mana sih cerita2 wartawan amplop. ini cerita fakta ato fiktif? tp kerenn deehh...hahaha

Siswanto said...

Siap ndan