Wednesday, June 11, 2008

Cara Wartawan Bekerja di Istana

Setiap pagi, protokeler mengirimkan pesan singkat berisi agenda presiden hari itu. Satu kali pesan, biasanya terdiri dari beberapa jadwal presiden, bisa dua sampai empat, bahkan lebih. Acara yang sudah dikirim, bisa dipastikan akan tepat waktu dan pasti akan dilaksanakan.

Contohnya: Acr RI1 11 Juni: 14.00 pertemuan dg pelaku industri minyak gas nasinoal, gd utama setneg, lt 3-pdh. 17.00 cagub-cawagub jabar. 17.40 cagub-cawagub sumut, isneg.

Maksud informasi itu, RI1 berarti presiden, setneg artinya sekretariat negara, lt 3: lantai 3, pdh itu presiden mengenakan pakaian dinas harian pada acara itu

Kalaupun kemudian terdapat perubahan, petugas protokeler akan segera meralat dan memberitahukan informasi terkini kepada pers. Sebab, kalau tidak, berat bagi protokeler, pasti akan mendapat protes keras dari juru berita yang ngepos di gedung tempat presiden memimpin negeri ini.

Pernah suatu kali, wartawan protes karena jadwal yang diterima tidak sesuai dengan kenyataan. Mestinya, saaat ada acara, tapi ternyata batal karena waktunya dialihkan. Ini membuat wartawan-wartawan yang merasa sudah senior kecewa. Protokoler buru-buru membuat klarifikasi. Tapi, ya, ini berhadapan dengan wartawan. Bahkan, ada pers yang memberitakan hal itu ke medianya.

Pada satu kesempatan, aku terburu-buru naik sepeda motor ke rumah presiden di Cikeas. Saat itu, ada informasi SBY akan ada mengadakan konferensi pers mengenai tanggapan terhadap perkembangan kesehatan mantan presiden Soeharto. Kalau naik motor ke rumah itu, rasanya pinggang ini sampai pegel-pegel. Tapi untuk satu berita besar, no problem.

Wartawan menunggu berjam-jam di pintu gerbang dekat kendaraan tank tempur yang dipajang di depan rumah presiden. Singkat cerita, presiden tiba-tiba sedang bermasalah sehingga acara batal. Judul berita kami ialah capek.

Untuk acara di istana, biasanya jadwal presiden SBY dimulai pukul 10.00 WIB. Para juru warta ada yang datang beberapa jam sebelumnya, kadang ngepas, ada juga yang terlambat sampai berjam-jam. Tapi, bagi yang telat biasanya tidak khawatir ketinggalan data hasil wawancara, karena umumnya mereka akan mendapatkan data dari teman-temannya yang sudah datang lebih awal. Istilahnya terkenal dengan nama kloning. Tapi tentu saja, walau kloning data, mereka akan mengolah dulu datanya sehingga tidak sama semua.


Kalau acaranya di Istana Negara atau Istana Merdeka, pers tinggal duduk dan mendengarkan pidato presiden atau pejabat terkait dengan tema acara yang berlangsung. Umumnya, wartawan cetak, radio dan online selalu menggunakan peralatan rekaman. Selesai acara, yang dilakukan ialah mentranskrip hasil pidato itu.

Dalam sesi itu, kalau ada kesempatan, wartawan juga akan melakukan wawancara usai acara. Mereka akan mewawancara pejabat-pejabat di ruangan itu sambil berjalan. Ini namanya doorstop.

Sedangkan kalau acaranya di kantor presiden, biasanya setelah itu akan ada konferensi pers. Misalnya, presiden rapat terbatas dengan menteri terkait, menerima tamu dari organisasi atau lembaga tertentu. Dalam acara semacam itu, biasanya hanya sedikit tanya jawab.

Sepanjang aku pernah meliput di istana, hasil konferensi pers umumnya hanya datar-datar saja, bahkan cenderung yang baik-baik saja yang diungkapkan oleh narasumber. Wartawan yang sudah puas dengan hal itu, akan langsung mentranskrip dan melaporkan hasilnya ke redaksi masing-masing. Tapi, yang kritis, biasanya akan mengejar pejabat yang bersangkutan usai acara.

Juru bicara presiden menjadi andalan wartawan untuk menggali berita. Utamanya kalau sedang sepi kegiatan. Kadang, wartawan menemuinya di gedung Bina Graha. Gedung ini terletak di samping Istana Negara. Dulu kantor ini digunakan mendiang Presiden Soeharto. Tapi, bisa juga dicegat di jalan saat baru keluar dari kantor presiden.

Selain juru bicara, sekretaris negara dan sekreratis kabinet juga akan dikejar. Tapi, kedua pejabat ini jarang sekali dicari, kecuali pada kasus-kasus tertentu saja.

1 comment:

dewa said...

wuih ternyata seru juga wartawan yg bertugs di istana jadi pengen tugas disana aja.