Thursday, October 28, 2010

Korlap 86 Bosan di Kelas Amplop

SUDAH bosan di kelas amplop karena tidak ada tantangan lagi, wartawan senior ini pun beralih kelas. Ia menjadi semacam jembatan antara pejabat A dengan pejabat B.

Konon, si pewarta senior ini pernah sukses membantu melancarkan pengadaan anggaran untuk salah satu proyek vital.

Caranya, dia membantu mempertemukan pejabat daerah yang punya gawe itu dengan pejabat pusat untuk membicarakan pos anggaran yang ingin diamankan.

Pejabat pusat itu ditemui agar ikut membantu memback up nilai anggaran agar tidak diubah-ubah, apalagi dikurangi. Setelah hitung-hitung keuntungan, ditambah lagi orang yang menjadi jembatan pertemuan rahasia ini adalah wartawan yang selama ini dekat dengannya, akhirnya pejabat ini pun siap sedia mendukung rencana pengamanan.

Nah, ketika semuanya berjalan sukses dan nilai pos yang diamankan itu benar-benar tidak diutak-utik saat pengesahan anggaran, semuanya tersenyum. Semuanya dapat keuntungan.
Tentu saja si wartawan senior nakal ini kebagian rezeki yang berlimpah.

8 comments:

ReBorn said...

ghehehe, cara baru selain amplop. proyek seperti apa ya yang biasa dikerjakan oleh wartawan?

Siswanto said...

macam macam bro. tidak bisa disebutin di sini, nanti banyak yang niru rahasianya. wkwkkw

ReBorn said...

ghehehe, iya deh. eh, maksudnya korlap 86 itu apa ya?

Siswanto said...

itu korlap itu koordinator lapangan. biasanya orang yang jadi korlap itu tugasnya mengkoordinir wartawan untuk liputan dll.. ini sebutanku aja bro.. hehhe

Andri Journal said...

86? Kayak bahasa yang sering dipakai polisi.. :)

Siswanto said...

yoi Ndri. itu memang bahasa yang diambil dari kode polisi.. mantap

Piacerre Sinyorin ☺ said...

emang artinya apaan tuh 86? haha aku ga ngerti code-codean -.-

Siswanto said...

Sinyorin: hehe itu cuma istilah yang biasa dipake wartawan untuk menyebut menyebut uang amplop atau sogokan